Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Salem Kecam Demonstrasi Anarkis di Gedung DPRD TTU
MAHASISWA

Salem Kecam Demonstrasi Anarkis di Gedung DPRD TTU

By Redaksi30 Oktober 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu inventaris milik DPRD TTU yang diduga kuat dihancurkan oleh massa aksi yang menggelar demonstrasi di DPRD TTU, Jumat, 29 Oktober 2021 (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT– Anggota DPRD TTU Yohanes Salem mengecam aksi demonstrasi berujung anarkis di gedung DPRD TTU, Jumat (29/10/2021).

Aksi unjuk rasa dilakukan oleh tiga organisasi di bawah naungan Cipayung. Ketiganya, yakni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Mereka menuntut pemerintah untuk merevisi Perda RPJMD TTU tahun 2021-2026 karena dinilai tanpa validasi KLHS dan tidak memenuhi kaidah yang diatur dalam UU.

BACA JUGA: Gelar Aksi Demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD TTU, Ini 5 Tuntutan Organisasi Cipayung

Dilaporkan aksi demonstrasi tersebut berujung anarkis. Sejumlah fasilitas di gedung DPRD TTU diketahui mengalami kerusakan.

“Saya mengecam demo anarkis kelompok Cipayung ke lembaga DPRD (TTU) dengan cara merusak sejumlah fasilitas di DPRD,” tegas Salem dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Jumat (29/10/2021).

Pada prinsipnya, kata dia, DPRD TTU siap untuk melakukan dialog dengan kelompok Cipayung.
Namun pada saat yang bersamaan, pimpinan dan anggota dewan sementara melakukan tugas kedinasan di luar daerah.

Sehingga Sekretariat DPRD TTU kemudian membalas surat yang dilayangkan kelompok Cipayung dan meminta jadwal dialog ditunda ke hari Senin tanggal 1 November 2021.

Namun sayangnya permintaan penundaan waktu dialog tersebut tidak diindahkan oleh kelompok Cipayung hingga berujung aksi demonstrasi yang anarkis.

Salem berharap agar segala bentuk penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang santun, menjunjung tinggi adat ketimuran serta tidak merusak fasilitas umum yang justru merugikan masyarakat dan negara dan juga mengganti ketertiban umum.

“Mestinya teman-teman mahasiswa sadar benar bahwa sebagai penerus kepemimpinan bangsa dan agen perubahan mestinya bertindak dengan lebih bermoral dan menjunjung tinggi etika,” tandasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

David Juandi DPRD TTU Eusabius Binsasi Fransiskus Fay GMNI kefamenanu Juandi David PMKRI Kefamenanu TTU Yohanes Salem
Previous ArticleGelar Aksi Demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD TTU, Ini 5 Tuntutan Organisasi Cipayung
Next Article DPP GMNI Minta Kapolri Pecat Kapolres TTU

Related Posts

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Administrasi di Undana

27 Februari 2026

GMNI Jakarta Ajukan Nota Keberatan ke Presiden soal Perjanjian Dagang Indonesia–AS

24 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.