Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Penerapan Nilai-nilai Pancasila: Mahasiswa sebagai Agent of Change
Gagasan

Penerapan Nilai-nilai Pancasila: Mahasiswa sebagai Agent of Change

By Redaksi4 November 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gambar Pancasila
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Maryon Ch A Kase

Berbagai bentuk karakter manusia dan beragam permasalahan ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan membuat negara Indonesia semakin kehilangan nilai moral di dalam diri. 

Padahal, penerapan nilai moral sekaligus memberikan suatu ketukan bagi nurani kaum muda (mahasiswa) untuk melihat kembali ideologi negara yang sudah mulai pudar. 

Nilai moral yang mulai menurun dalam masyarakat juga turut memberikan andil merosotnya penerapan nilai-nilai Pancasila bahkan dari dalam lingkungan kecil seperti keluarga.

Ini semua yang kemudian membuat kaum penerus masa depan bangsa menjadi lemah.

Kita mesti sepakat bahwa proses pembentukan moral dalam lingkungan keluarga memberi pengaruh besar atas sikap dan tanggap mahasiswa di lingkungan masyarakat. 

Dengan kondisi perkembangan dunia sekarang ini hendaknya mahasiswa menjadi bagian utama untuk melihat kembali dan mengembalikan penerapan nilai-nilai yang sudah mulai lemah akibat kondisi moral yang surut. 

Di samping perubahan-perubahan yang terjadi baik disengaja maupun yang tidak disengaja, mahasiswa harus melihat nilai-nilai yang dibuat di dalam lingkungan dengan mempelajari dan kemudian merealisasikannya dan harus mampu untuk menolak dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. 

Kemudian, menngembangkan pengetahuan teknolgi dengan membuat suatu gerakan maju, perubahan akan menghidupkan dan melestarikan nilai-nilai. 

Memahami dan mengerti dengan baik semua pembelajaran mengenai Pancasila juga merupakan bagian usaha kecil dari melestatrikan dan mengembalikan nilai-nilai lambang negara ini.

Sebagai seorang mahasiswa yang telah lahir dan mendapat semua tentang nilai-nilai luhur bangsa semenjak dari kecil harusnya  tetap terus menempa dirinya menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, dan memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat pengabdian terhadap masyarakat, bangsa dan negara yang tinggi. 

Mewariskan nilai-nilai ideal Pancasila kepada generasi muda di bawahnya, membekali diri dengan pendidikan yang berlandaskan Pancasila, memperkuat jati diri sebagai sebuah bangsa, menguatan nilai etik dan nasionalisme generasi muda, dan pengambil peran mahasiswa dalam pengentasan di dalam kemiskinan dan pendidikan. 

Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan di dalam bangsa ini sudah ada dari sebelum menjadi Negara Indonesia. 

Namun saat ini penerapan  terhadap nilai-nilai yang ada kurang dimengerti dan kurang dipahami oleh generasi muda sekarang.

Semua itu terbukti dari bagaimana terjadi degradasi moral dalam pertumbuhan dan perkebangan bangsa ini. 

Karena itu sebagai seorang mahasiswa yang perannya sebagai ‘Agent of Change’ dan ‘Social Control’ harus dapat menerapkan dan menjalankan Pancasila sebagai pedoman hidup di dalam masyarakat.

Mahasiswa harus mengambil peran dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan pendidikan. 

Dan di situ pula mahasiswa merupakan pelopor terbesar dalam perubahan sistem ketatanegaraan di Indonesia.

Oleh karena itu saat ini mahasiswa diharapkan dapat menjalankan Pancasila yang telah menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia dan kembali menegakkan hal yang telah menyimpang dari Pancasila.

                       

Penulis adalah mahasiswa semester I Universitas Katolik Widya Mandira Kupang 

 

Maryon Ch A Kase
Previous ArticlePemkab TTU Segera Terbitkan SK Pemecatan Kades Makun
Next Article Polres TTU Tetapkan Satu Tersangka Kasus Dana Desa Akomi

Related Posts

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026

Apa yang Tersisa dari Manusia Ketika Artificial Intelligence Meniru Segalanya?

11 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.