Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor
Pojok Info

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

By Redaksi15 Juli 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tim SAR Gabungan saat mengevaluasi korban ke-dua, WNA yang tenggelam di Perairan Pulau Kelor, Rabu, 15 Juli 2026 (Foto: Dokumen SAR)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Dua warga negara asing (WNA) asal China ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat melakukan snorkeling di Perairan Pulau Kelor, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu, 15 Juli 2026.

Kedua korban masing-masing bernama Guo Xingyou (perempuan) dan Sha Gingyang (laki-laki). Keduanya diduga tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi saat sedang snorkeling.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima dari Koordinator Pos SAR Manggarai Barat, insiden itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita.

“Kronologi yang didapatkan dari Koordinator Pos SAR Manggarai Barat bahwa kedua korban WNA China pada Pukul 12.00 Wita sedang melakukan snorkeling di Perairan Pulau Kelor, namun naas gelombang tinggi menghantam ke dua korban dan tenggelam, Pada Pukul 12.45 Wita,” ujar Fathur Rahman.

Fathur menjelaskan, korban Guo Xingyou ditemukan lebih dahulu dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian mendapat tindakan resusitasi jantung paru (RJP) dari wisatawan di sekitar lokasi dan Tim SAR Gabungan saat dievakuasi menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

“Saat sampai nya di RSUD Komodo dan diberi penanganan, dokter menyatakan bahwa korban dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian terhadap korban kedua dengan menyisir lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan nelayan dan unsur potensi SAR lainnya.

Korban kedua akhirnya ditemukan pada pukul 16.44 Wita di koordinat 8°32’50.59″ LS – 119°49’7.15″ BT pada kedalaman 23 meter. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 0,21 mil laut dari lokasi kejadian.

“Selanjutnya Tim SAR gabungan membawa korban menuju ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna tindakan selanjutnya dan korban akan diserahkan ke pihak medis RSUD Komodo Labuan Bajo,” ujar dia.

Fathur menambahkan, setelah seluruh korban berhasil ditemukan, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup. Seluruh unsur Tim SAR Gabungan kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.

Penulis: Sello Jome

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Tim SAR Gabungan
Previous ArticleKompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa
Next Article Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.