Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Meski Sudah 3 Bulan, Pembunuhan Anak di Subang Belum Terungkap
HUKUM DAN KEAMANAN

Meski Sudah 3 Bulan, Pembunuhan Anak di Subang Belum Terungkap

By Redaksi18 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi pembunuhan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nasional, Vox NTT- Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat hingga saat ini belum kunjung terungkap meski sudah 3 bulan berlalu. Puluhan saksi diperiksa polisi untuk mengungkap kasus tersebut.

Selain pembunuhan Tuti dan Amalia, banyak kasus pembunuhan yang belum terungkap hingga saat ini. Salah satunya, kasus mutilasi di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Setiabudi, Jakarta 40 tahun silam. Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada tanggal 23 November 1981.

Saat itu, dua orang satpam kantor PT. Garuda Mataram Motor menemukan dua kotak kardus di trotoar, seberang Gedung Arthaloka, yang saat ini menjadi cabang Bank Muamalat.

Kedua satpam tersebut curiga karena dari kardus tersebut tercium bau anyir serta dikerubungi lalat. Mereka lalu melaporkan penemuan kotak-kotak kardus tersebut kepada seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas, namun karena sedang sibuk, penemuan ini menjadi terlupakan.

Kedua kardus tersebut terus tergeletak di pinggir jalan hingga ditemukan oleh dua orang gelandangan.

Ketika dibuka, ditemukan sebuah jasad yang telah dimutilasi. Kardus pertama berisi tiga belas tulang dan sebuah kepala, dengan kondisi tulang dikerat dari daging. Sedangkan kardus kedua terdapat 180 potongan daging manusia, termasuk organ-organ dalam.

Beberapa tanda-tanda tubuh seperti sidik jari, telapak tangan, telapak kaki, dan fisik kepala tidak dihilangkan, sementara itu bagian-bagian tubuh seperti anus, kandung kemih, dan pankreas tidak ditemukan.

Untuk membongkar kasus tersebut, ahli forensik Mun’im Idris melakukan autopsi jasad yang diperkirakan seorang pria berumur 21 tahun. Mun’im Idris saat itu mengatakan, korban dimutilasi secara sistematis dan layaknya ‘kambing guling’.

Korban dibunuh dan dimutilasi sekitar dua hingga satu hari sebelum mayat ditemukan.Hasil tes sidik jari tidak menemukan pasangan yang cocok.

Sumber: Okezone

Nasional
Previous ArticleTerbatas dan Tak Terbatas
Next Article Bangkit dari Keterpurukan, Gadis Berbakat Ini Kini Jadi Content Creator Makeup Handa

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.