Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Kutitipkan Rindu Padamu
Sastra

Kutitipkan Rindu Padamu

By Redaksi20 November 20211 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi

Oleh: Dionisius Dembo

Kutitipkan Rindu Padamu

Diam… air mata ini bercumbu dengan keheningan

Seketika candamu hilang di telan ombak

Mungkinkah kau dapat berpamitan

Jejakmu membekas pada seusang tangisan

Kutitipkan rindu padamu

Akan sosok jiwa yang kuat dan tegar

Tatkala harus berjalan di tengah terik matahari

Sembari mengais sepucuk harapan

Kutitipkan rindu padamu

Dari pelukan yang kian menabur duka yang terdalam

Sekilas wajahmu  menghapus kebahagiaanku 

Kemarin kita menikmati secangkir kopi pahit

Entah apa gerangan di balik kepergianmu

Sudut kamarku penuh dengan air mata derita

Membisu di dalam kelam kebingungan

Hampa tanpa lantunan doamu

Latung Tunu

Aku-Engkau dan Penerus

Kala fajar merekah 

Di sana, di tempat aku dan engkau berasal

Sejuk mentari melampau jauh 

Kabut tebal menatap sinis, sungguh

Di sana, hari pagi berselimut kabut 

Membalut kulit hitam manis

Di terpa dingin yang akut, menggigil

Tapi itu bukan satu persoalan

Tahukah engkau di tempat tinggal kita sudah melahirkan

Generasi penerus

Tanpa harus aku dan engkau ragu

Sebab aliran penerus terus meriap dalam sendu

Engkau tahu itu

Pencinta senja menatap kagum

Untuk setiap tunas yang tumbuh melingkar

Di  tempat aku dan engkau berasal

Latung Tunu

Dionisius Dembo
Previous ArticleTetaplah di Sini: Antologi Puisi Rejeng Vox
Next Article Air Mengalir ke Badan Jalan Trans Flores, Pengguna Jalan Resah

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.