Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Siswa SMKN 1 Wae Ri’i Diajak Jaga Alat Reproduksi
KESEHATAN

Siswa SMKN 1 Wae Ri’i Diajak Jaga Alat Reproduksi

By Redaksi17 Desember 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
DP2KBP3A Kabupaten Manggarai menggelar sosialisasi kesehatan reproduksi dan stunting di SMKN 1 Wae Ri'i, Jumat (17/12/2021).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Manggarai menggelar sosialisasi kesehatan reproduksi dan stunting di SMKN 1 Wae Ri’i, Jumat (17/12/2021).

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Chelin Dominggus seorang bidan di Puskesmas Kenda mengajak para siswa untuk menjaga dengan baik alat reproduksi.

Menurut Chelin, peserta didik harus sadari dari awal bagaimana menjaga dan merawat tubuh agar tetap sehat dan nantinya menjadi calon pengantin yang berkualitas.

“Kesehatan reproduksi remaja dimulai dari dalam diri agar mampu menjaga alat reproduksi baik wanita maupun laki-laki agar ketika waktunya Anda menjadi ibu atau bapak yang bisa memberikan generasi yang sehat bebas stunting. So, jadilah catin (calon pengantin) berkualitas dan yang sehat agar terbebas dari stunting,” jelas Chelin saat membawakan materinya, sebagaimana dilansir dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Jumat malam.

Sementara itu, salah satu staf DP2KBP3A Manggarai, Ety Agun, dalam sambutan pengantarnya mengatakan, kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi dan stunting ini sangat penting dan merupakan bentuk kepedulian kepada generasi muda remaja milenial.

Menurut dia, calon pengantin menjadi perhatian khusus oleh pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Perhatian tersebut dengan cara memberikan pemahaman kesehatan reproduksi dan stunting, sehingga calon pengantin dapat merencanakan kapan harus menikah, bagaimana cara mengatur kelahiran agar anak menjadi sehat dan bebas stunting.

Ety mengajak anak-anak remaja SMKN 1 Wae Ri’i agar tetap menjaga dan menjadikan masa remaja sebagai masa transisi.

“Anak-anak, kalian adalah generasi muda remaja milenial yang nanti siap untuk masa depan Anda masing-masing. Maka isi masa remaja dengan kegiatan yang positif dan membangun. Kegiatan yang mampu membentuk karakter sejati yang baik. Oleh karenanya jaga, dan perlu dipupuk dengan makanan dan minuman yang bergizi,” kata Ety.

Senada dengan Ety, moderator diskusi Melky Sobe memberikan motivasi kepada peserta pertemuan lebih khusus kepada remaja milenial SMKN 1 Wae Ri’i agar menjadi pribadi yang berkualitas dan berkarakter.

“Kalian adalah generasi muda remaja milenial, generasi Emas, generasi matahari kehidupan yang tak boleh padam dan bangun sikap kepedulian kepada sesama dan tetap menjadi pribadi yang berkualitas dan berkarakter dengan pola hidup yang sehat, makan makanan yang bergizi dan selalu berpikir positif terhadap kehidupan. Masa remaja sebagai masa transisi yang perlu dijaga dengan baik,” cetus alumni STFK Ledalero tersebut.

Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi itu dihadiri oleh 25 orang peserta didik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Dipandu oleh salah satu staf pengajar di SMKN 1 Wae Ri’i, kegiatan mengalir begitu sejuk dan dalam suasana yang rileks.

Semuanya dikupas tuntas dan peserta didik dengan bebas bertanya sesuai dengan pengalaman pribadi mereka baik sebagai laki laki maupun perempuan dalam konteks ciri sebagai remaja.

Melky sendiri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai yang mempunyai kepedulian terhadap generasi muda remaja.

Ia pun berharap agar kegiatan positif seperti ini terus dilakukan di SMKN 1 Wae Ri’i. Sebab bagi Melky, kegiatan ini sangat berarti dan merupakan sebuah literasi kesehatan.

“Maka atas nama pimpinan lembaga SMKN 1 Wae Ri’i, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai dan lebih khusus kepada Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai yang telah hadir dengan penuh kepedulian menyelamatkan generasi muda remaja SMKN 1 Wae Ri’i agar menjadi Catin yang berkualitas bebas stunting bagi keturunan,” katanya.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai SMKN 1 Wae Rii
Previous ArticleAksiologi Max Scheler sebagai Weltethos Abad ke-21
Next Article Telanjang Dada, Bukan Simbol Perlawanan Perempuan Adat Nagekeo

Related Posts

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.