Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Berniat Liput Kegiatan AMAN, Jurnalis Nagekeo Malah Disebut sebagai Penyusup
KOMUNITAS

Berniat Liput Kegiatan AMAN, Jurnalis Nagekeo Malah Disebut sebagai Penyusup

By Redaksi18 Januari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta wanita ini menuding jurnalis di Nagekeo sebagai penyusup (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Situasi tidak biasanya terpaksa dirasakan jurnalis di Nagekeo pada Senin (17/01/2022). Berniat hendak meliput kegiatan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), mereka justru disebut sebagai “penyusup” oleh salah satu penyelenggara kegiatan.

Tudingan jurnalis Nagekeo sebagai penyusup dilontarkan oleh salah seorang wanita di depan pintu masuk menuju tempat kegiatankegiatan yang berlokasi di Dusun Malapoma, Desa Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo

Maksudnya mengarah wartawan bernama Bambang Noerdiansyah dan sejumlah jurnalis di Nagekeo lainnya karena tidak masuk dalam draf undangan penyelenggara.

Tudingan itu didengar oleh sejumlah peserta kegiatan. Salah seorang jurnalis Nagekeo bahkan mendokumentasikannya.

Belum ada informasi lebih detail terkait identitas perempuan ini. Dia mengenakan kacamata polos dengan kelopak mata kiri yang sedikit menghitam. Rambutnya terdiri dari tiga warna yakni merah, hitam dan putih.

Dia mengenakan baju berwarna biru dengan tulisan Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara pada dada kirinya.

Sementara, rekan lelaki bersamanya mengenakan jas, juga berwarna biru bertuliskan Persatuan Alumni Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Keduanya dipastikan bukan warga dari Kabupaten Nagekeo.

Bambang Noerdiansah, salah satu jurnalis Nagekeo yang ikut dalam insiden itu berujar, awak media datang ke tempat itu hanya murni menjalankan tugas liputan.

“Kalau ada undangan dari AMAN kepada beberapa wartawan itu mungkin urusannya soal pembiayaan tapi kami ini bertugas dan tugas kami memang di Nagekeo ini,” katanya.

Aksi Kades Labolewa bersama warga yang mencabut bendera AMAN menjadi alasan utama jurnalis Nagekeo hadir untuk meliput kegiatan yang diselenggrakan AMAN.

Hingga berita ini diterbitkan, masing-masing pihak, baik ketua AMAN dan ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo (ARJUNA) belum memberikan pernyataan apapun.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

AMAN Nusa Bunga Nagekeo Waduk Lambo
Previous ArticleAMAN Gelar Kegiatan Konsolidasi, Ada Informasi Pemda Nagekeo akan Didemo
Next Article Bupati di Manggarai Raya Dinilai Belum Punya Konsep Jelas untuk Membangun Sektor Pertanian

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.