Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Jepang Pernah Melakukan Tindakan Paling Sadis dalam Sejarah Manusia
INTERNASIONAL

Jepang Pernah Melakukan Tindakan Paling Sadis dalam Sejarah Manusia

By Redaksi31 Januari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
(Ilustrasi) Tentara Jepang (History.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Internasional, Vox NTT- Unit 731 tentara kekaisaran Jepang pada Perang Dunia II memiliki metode penyiksaan yang lain daripada yang lainnya.

Melansir History of Yesterday, mereka akan menahan lengan korbannya dan membekukannya dalam cuaca dingin hingga terserang radang dingin.

Kemudian, mereka akan menuangkan air panas dan melakukannya berulang-ulang hingga dagingnya rusak.

Meskipun tidak sering dibahas ketika menyoroti kekejaman Perang Dunia II, Jepang melakukan beberapa tindakan yang paling sadis dalam sejarah manusia.

Banyak ahli Perang Dunia II bahkan berpendapat bahwa mereka lebih brutal daripada Nazi.

Tangan orang China yang membeku dan dibawa keluar pada musim dingin oleh personel Unit 731 (All that’s Interesting)

Unit 731 adalah sekelompok ilmuwan Jepang yang melakukan eksperimen kebinatangan pada manusia.

Mereka melakukan operasi tanpa anestesi.

Di dalam laboratorium Unit 731 ribuan pria dan wanita China, Korea, dan Rusia terinfeksi penyakit seperti sifilis, kolera, dan wabah.

Organ mereka diambil untuk diperiksa sebelum mereka meninggal.

Selain itu, Jepang juga membantai tentara Tiongkok yang mencakup 20.000–80.000 wanitanya disetubuhi dalam Pemerkosaan Nanking.

Jerman memiliki SS tetapi Jepang memiliki seluruh tentara yang berkomitmen untuk ‘kejahatan.’

Salah satu penduduk China menjadi obyek uji coba unit 731 Jepang. (Dark Tourism)

Seorang penulis Iris Chang bahkan menulis sebuah buku luar biasa berjudul “The Rape of Nanking: The Forgotten Holocaust of World War II.”

Berbeda dengan Jerman, yang kebanyakan memfokuskan kejahatan perang mereka pada sekelompok orang tertentu, Jepang tidak selektif.

Mereka membunuh siapa saja. Mereka tidak peduli apakah korbannya orang China, Putih, Rusia, Mongolia, Korea, India, atau Thailand.

Ini terutama karena gagasan “Ras Master Jepang.” Dari tingkat remaja, anak-anak diajari bahwa Kaisar Hirohito adalah Dewa.

Guru sekolah bahkan akan mempromosikan ultranasionalisme Jepang dan rasisme Tiongkok yang ekstrem. (*)

Sumber: Grid.Id

 

 

internasional Jepang
Previous ArticlePantau Pembangunan Program Rumah Layak Huni Plus, Ini Hasil Temuan Bupati TTU
Next Article Terima Bantuan, Nakes Puskesmas Ranggu Sampaikan Ucapan Terima Kasih kepada Yeni Veronika

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.