Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Dana Asuransi Kematian ABK Anton Pradana Digunakan untuk Bangun Masjid
NASIONAL

Dana Asuransi Kematian ABK Anton Pradana Digunakan untuk Bangun Masjid

By Redaksi12 Februari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pihak saat hadir di kantor BP2MI untuk menerima penyerahan dana asuransi kematian Anton Pradana
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Dana asuransi kematian Anak Buah Kapal (ABK) We Fa Anton Pradana dialokasikan untuk membangun masjid di kampung halamannya di Desa Babelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Djohari, paman Anton Pradana, kepada Kepala BP2MI Benny Ramdhani di kantor BP2MI, Kamis (10/02/2022).

Keluarga hadir di kantor BP2MI untuk menerima penyerahan dana asuransi kematian Anton Pradana sebesar Rp499.353.720.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ibu Anton Pradana, Usniyah, Djohari pamannya, Direktur PT Anugerah Bahari Pasifik Hengky Wijaya, Ketua Badan Buruh dan Pemuda Pancasila (B2P3) Jamaludin Suryahadikusuma dan Ketua SPPI Ilyas Pengestu. Kedua organisasi tersebut merupakan pendamping keluarga Anton Pradana.

Djohari mengatakan, keluarga ingin menyumbangkan dana asuransi tersebut untuk amal jariyah dan menghindari konflik kepentingan.

Ia pun berharap ada kepastian tentang kematian anaknya. Karena laporan tentang kematian Anton Pradana masih diragukan.

“Kami ingin status kematian Anton Pradana. Kami sebetulnya lebih membutuhkan kepastian dan penyelidikan, daripada sekadar dana santunan asuransi,” ujar Djohari dalam rilis yang diterima VoxNtt.com.

Ketua Umum Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Ilyas Pangestu berjanji akan terus mendampingi keluarga Anton Pradana untuk merealisasikan pembangunan masjid dari dana klaim asuransi kematian.

Ia berharap masjid itu akan megah dan menjadi tonggak sejarah bahwa ada masjid yang didirikan 100 persen oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ilyas berharap kepala BP2MI dapat hadir ke kampung Anton di Banyuwangi pada saat peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut.

Sebagai informasi, Anton Pradana dilaporkan keluarganya hilang kontak sejak 26 Februari 2021 lalu.

Anton Pradana sendiri adalah satu satu dari tujuh (7) ABK asal Indonesia yang dilaporkan menghilang di Perairan Mauritius, sebuah negara kepulauan di barat daya Samudra Hindia, 900 km sebelah timur Madagaskar.

BACA JUGA: ABK Dilaporkan Menghilang di Mauritius, PT Anugerah Bahari Pasifik Perjuangkan Klaim Asuransi Kematian

Ketujuh PMI tersebut bekerja di kapal We Fa selama 10 bulan dikirim oleh PT Anugerah Bahari Pasifik sebagai perusahaan mining agency.

Sejak dilaporkan hilang kontak oleh keluarga, PT Anugerah Bahari Pasifik (ABP) pun ikut mencari.

Pada 2 Maret 2021 lalu, pihak kepolisian di Mauritius menyebut Anton Pradana bersama 6 ABK asal Indonesia yang bekerja pada kapal We Fa hilang di Mauritius.

Ketujuh ABK tersebut menurut keterangan kepolisian setempat hilang setelah terlibat perkelahian dengan ABK Vietnam pada 26 Februari 2021.

“Sejak awal kami terus mencari tahu keberadaan Anton. Baru setelah keluar pernyataan dari kepolisian, kami berusaha untuk mengurus asuransi kematian Anton. Karena kalau tidak diurus, maka klaimnya bisa hilang karena pengurusan itu ada masa batas waktunya,”ujar Direktur PT Anugerah Bahari Pasifik Hengky Wijaya di BP2MI.

Sebagai perusahaan agensi, PT Anugerah Bahari Pasifik berhasil memperjuangkan dan mencairkan dana asuransi kematian ABK Anton Pradana.

Total dana asuransi dan santunan yang diterima keluarga Anton Pradana sebesar Rp499.353.720.

Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Ramdhani menyetujui ide Ketua B2P3 Jamal tentang perlunya melibatkan interpol guna mengusut kembali kasus hilangnya ke-7 ABK di Mauritius.

Benny berjanji akan mengirim surat kepada Kapolri untuk menindaklanjuti permintaan keluarga Anton Pradana.

Menurut Benny, kasus ini menjadi pelajaran untuk pemerintah, bahwa masyarakat seperti keluarga PMI Anton Pradana lebih membutuhkan kabar kepastian.

“Ini jadi pelajaran bagi kita, bahwa masyarakat ingin negara hadir memberi kepastian,” tukas Benny.

Penulis: Ardy Abba

Anton Pradana Human Trafficking Nasional
Previous ArticleWakil Bupati Sumba Tengah Jadi Ketua DPD Partai, Ketua DPW PSI NTT: Suatu Kehormatan Bagi PSI
Next Article Salurkan Puluhan Alsintan, Wujud Komitmen Ansy Lema Bangun Petani TTU

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.