Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pupuk Eco Farming Berkah bagi Petani Satarmese
Ekbis

Pupuk Eco Farming Berkah bagi Petani Satarmese

By Redaksi5 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Padi di sawah milik Angglus Aram (60), salah petani asal Po,ong Kukung, Desa Wewo, Kecamatan Satarmese (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pupuk Eco Farming ternyata membawa berkah bagi beberapa petani di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Pupuk atau nutrisi berbahan organik super aktif tersebut membawa keberuntungan pertumbuhan padi di wilayah itu.

Angglus Aram (60), salah satu petani asal Po,ong Kukung, Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, mengaku telah mendapatkan manfaat besar setelah menggunakan produk Eco Farming di sawahnya.

Menurut Angglus, pertumbuhan padi di sawahnya sangat berbeda dengan sebelumnya saat menggunakan pupuk kimia.

Sebelumnya lahan sawahnya seluas setengah hektare hanya memanen sekitar 8-12 karung padi berukuran 100 kg. Namun pada musim kali ini, ia memastikan panen akan berlimpah dan menargetkan 16 karung.

“Saya menggunakan pupuk Eco Farming ini pertama saya menghemat ketimbang pupuk kimia,” katanya ketika ditemui VoxNtt.com di lahan sawahnya, Sabtu (05/03/2022) sore.

Tidak hanya itu, sembari menunjukkan hamparan padi nan subur di sawahnya, Angglus mengaku tidak diserang hama setelah menggunakan pupuk organik Eco Farming.

Padahal sebelumnya saat menggunakan pupuk kimia, ia kesulitan dalam mengatasi serangan hama. Sehingga tidak heran, pada musim-musim tertentu Angglus hanya pasrah dan apalagi telah terjadi kelangkaan pupuk.

“Awalnya saya hanya uji coba pupuk Eco Farming ini, ternyata padinya subur dan tidak diserang hama,” katanya.

Angglus Aram (kiri) dan Hendrik Harum (kanan)

Hendrik Harum, salah satu Founder Eco Farming mengatakan, lahan sawah milik Angglus Aram sejak awal pada musim tanam kali ini menggunakan pupuk Eco Farming.

Kondisi padinya pun menurut dia, sangat subur ketimbang saat Angglus menggunakan pupuk kimia.

“Kita bisa lihat dan saya menyaksikan sendiri bagaimana bulir padi ini yang sangat luar biasa sekali. Ini mengalami perubahan yang sangat luar biasa sekali,” kata Hendrik.

Sebagaimana diakui Angglus, lanjut Hendrik, saat menggunakan pupuk kimia sebelumnya sering mengalami gangguan hama dan penyakit pada tanaman padi.

Kondisi padi tentu saja berbeda setelah Angglus menggunakan pupuk organik. Padinya tidak ada gangguan hama dan penyakit.

“Jadi, untuk sahabat tani di seluruh Indonesia ini bukan propaganda, bisa lihat sendiri hasil padinya,” terang Hendrik.

Ia pun mengajak untuk seluruh sahabat tani khususnya yang ada di Manggarai Raya, Flores dan NTT agar menggunakan pupuk organik.

Sebab, Hendrik menilai saat ini pupuk organik Eco Farming telah hadir memberikan solusi untuk sahabat tani di tengah kelangkaan pupuk.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada PT Best Indonesia yang telah memproduksi pupuk Eco Farming dan para petani yang sudah menggunakan produk Eco Farming,” ucap Hendrik.

Penulis: Ardy Abba

https://youtu.be/mh4UAHPbgno

Eco Farming Kabupaten Manggarai Kecamatan Satarmese
Previous ArticleGusti Dula Tolak untuk Dieksekusi
Next Article Tanggul Penahan Abrasi Belum Diperbaiki, Warga Nanga Ramut Tagih Janji Bupati Nabit

Related Posts

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.