Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Kembali Bersinar: Antologi Puisi Lalik Kongkar
Sastra

Kembali Bersinar: Antologi Puisi Lalik Kongkar

By Redaksi6 Maret 20221 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kembali Bersinar

Kembali bersinar melalui waktu dengan gelap gulita
Menenggelamkan kalbu dalam sengsara
Tertutup dalam luka tiada tara
Terhanyut dalam waktu yang begitu lama
Awan gelap menangis
Bulan bintang enggan memperlihatkan wujudnya

Terasa hampa untuk kesekian kalinya
Yang tak bisa untuk dimengerti
Detik demi detik kian berlalu
Dengan nada-nada yang terdengar dalam lagu
Mengembalikan hal yang baru
Untuk hidup layaknya sang senja

Puisiku Sunyi

Puisiku kini sunyi
Rekah katanya tak lagi bunyi
Sementara, kamu memintaku merangkai aksara melati
Yang jelas-jelas wanginya telah kamu curi
Intuisi di gelas puisi

Naluri mencumbu nurani
Mari, sesekali dengarkanlah nada sumbang dari rumah-rumah rindu
Mungkin akan nyanyian pelangi yang bisa kamu dengarkan di sana
Dan akhirnya, di persimpangan kata aku menggigil

Kucoba

Tuliskan apa yang kurasa
Andai kau tahu apa yang kurasa
Kurasa engkau tak pernah tahu
Tahu apa yang selalu kurasa
Kurasa engkau tak ingin tahu

Pikirkan apa yang kurindu
Kirindu dirimu di alam pikir
Pernahkah dirimu memikirkanku
Tertepi-tepi sampai merindu
Doakan diriku yang ingin

Andai kau juga mengingin
Walau tak ingin didoakan
Doakan dirimu yang tak ingin
Agar hatimu menjadi ingin
Tersenyum pada apa yang indah

Indah rupanya kala tersenyum
Tersenyum indah bukan untukku
Untukku itu sudah cukup
Cukup dengan senyumanmu

Lalik Kongkar
Previous ArticlePeraih Bulan
Next Article Setahun Menjabat, Partai Pengusung Hery-Heri Beberkan Sejumlah Catatan Kritis

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.