Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Keterpurukan dalam Cinta
Sastra

Keterpurukan dalam Cinta

By Redaksi6 Maret 20221 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ketepurukan dalam Cinta

Sudah lama kau tak merasakan
arti dari suatu cinta
Bertahun-tahun kau terpuruk
dalam gelapnya masa lalu
Bertahun-tahun pula kau
mencoba bangkit dari ketepurukan
Setelah seseorang datang
dalam hidupmu
Engkaupun mulai bangkit
Melupakan masa lalu walau
mungkin hanya sesaat
Melupakan betapa kelamnya cintamu
dulu yang mungkin sekarang kau sesali
Dan orang itupun memberi
pelangi dalam hidupmu
Dan orang itupun memberi
keceriaan yang t’lah lama hilang
Dan orang itupun memberimu
kebahagiaan yang mungkin
tidak bisa kau dapati
Dan orang itupun memberi ruang
kosong dalam hatimu untuk dapat
bangkit kembali
Semua luka yang kau
rasakan terasa sirna
Semua penderitaan
seakan hilang
Tapi sayang mungkin
orang itu tidak dapat
memberimu kebahagiaan
seutuhnya kebahagiaan yang
selama ini kamu cari
Hanya kertas putihlah yang
menemanimu dalam mencurahkan
isi hati
Hanya teknologilah yang sekarang
menjadi penghubung antara
kau dan dia
Hanya pengharapanlah yang sekarang
kau butuhkan dalam sebuah cinta
yang semu
Semoga suatu saat kau akan dipertemukan
oleh seseorang yang kau cari selama
ini semoga peluk hangatmu dapat
memecahkan kerinduan yang ada
To someone every where you are.

Karya:
Maria Giashinta Morestika Angung, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

 

 

Maria Giashinta Morestika Angung
Previous ArticlePergi adalah Pulang yang Dinantikan
Next Article Kasus Pekerja Pub Mulai Disidangkan, Pater Hubert Thomas Beri Catatan Khusus

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.