Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kunjungi TTS, Jokowi Tegaskan Tahun 2024 Angka Stunting Nasional Harus Capai 14%
KESEHATAN

Kunjungi TTS, Jokowi Tegaskan Tahun 2024 Angka Stunting Nasional Harus Capai 14%

By Redaksi25 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Kamis (24/03/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Kamis (24/03/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau Program Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Dalam tinjauan tersebut, Presiden Jokowi turut berdialog secara virtual bersama para Bupati dan Wali Kota Se-Nusa Tenggara Timur mengenai percepatan penurunan stunting.

Presiden Jokowi menegaskan kepada semua kepala daerah agar bekerja keras secara bersama-sama untuk menurunkan angka stunting nasional pada 14% di tahun 2024 mendatang.

“Target kita secara nasional itu harus berada pada angka 14%. Ini saya tegaskan lagi harus bisa mencapai target itu. Untuk semua Kepala Daerah baik Gubernur, Wali Kota dan Bupati se-Indonesia agar bekerja keras untuk bisa mencapainya. Saya harapkan sudah ada perubahan pada tahun 2023 dan 2024,” jelas Jokowi.

Ia menambahkan pentingnya perhatian dan kerja bersama dalam hal-hal yang berkaitan dengan stunting di antaranya pemenuhan gizi, pendampingan bagi calon keluarga baru, persiapan yang baik bagi para pasangan sebelum menikah itu semua harus dikerjakan dengan baik.

Termasuk pengukuran dan penimbangan bagi bayi yang baru lahir dan pemberian makanan tambahan yang bergizi tinggi.

“Saya ingin titip kepada seluruh kepala daerah Gubernur, Bupati dan Wali Kota di NTT dan juga seluruh Indonesia, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) itu sangat menentukan maju atau tidaknya sebuah negara. Kualitas peradaban generasi negara itu ditentukan oleh generasi yang bertumbuh dan berkembang dengan baik. Maka sangat penting sekali kita fokus bekerja dalam penanganan stunting,” tambah Jokowi.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga mengingatkan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan kelor untuk memenuhi gizi.

“Kelor itu manfaatnya sangat baik bagi kesehatan, dan dengan nilai gizi yang tinggi maka sangat bermanfaat juga dalam pemenuhan asupan bagi anak dan ibu hamil serta ibu yang sedang menyusui untuk mencegah stunting,” jelas Gubernur VBL saat mendampingi Presiden Jokowi berbincang dengan para ibu hamil, anak-anak bersama para ibu, serta pasangan yang akan menikah.

Sementara itu, Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengatakan, dalam pengawasan serta penanganan stunting, kini BKKBN telah menyediakan dashboard pemetaan data stunting by name by address untuk setiap anak atau keluarga berisiko stunting di tingkatan kota dan desa.

Hal itu agar mudah dalam melakukan pendampingan sehingga dapat memperlancar penanganan stunting. (*)

Penulis: Ardy Abba

Joko widodo Nasional Stunting
Previous ArticleJokowi Optimistis Politeknik Ben Mboi Hasilkan Lulusan Bermutu
Next Article Demi Eksperimen, Raja James IV Asingkan Dua Bayi di Pulau Terpencil Selama Bertahun-tahun

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.