Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Stefanus Gandi Dinilai Sosok yang Peduli dan Cinta Terhadap Keberagaman di NTT
KOMUNITAS

Stefanus Gandi Dinilai Sosok yang Peduli dan Cinta Terhadap Keberagaman di NTT

By Redaksi26 Maret 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Stefanus Gandi Institut (SGI), Stefanus Gandi, saat menghadiri acara Kema Kader Pemuda Muhammadiyah Mabar yang digelar di Bukit Muhammadiyah, Kecamatan Komodo, Sabtu (26/03/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Ketua Muhammadiyah Kabupaten Manggarai Barat Rusman Soloman menilai Direktur Stefanus Gandi Institut, Stefanus Gandi, adalah sosok yang peduli dan cinta terhadap keberagaman di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Buktinya, kata Rusman, Stefanus Gandi telah banyak melakukan kegiatan sosial berupa memberikan bantuan semen untuk pembangunan sejumlah tempat ibadah di NTT.

“Pak Stefan ini adalah sosok yang baik dan mempunyai kepedulian terhadap keberagaman di NTT ini, buktinya sudah beberapa tempat ibadah yang telah disumbang,” kata Rusman saat membuka kegiatan perkemahan kader Muhammadiyah di Bukit Teletubies, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (26/03/2022).

Menurut dia, kehadiran Stefanus Gandi di tengah kegiatan itu merupakan bukti cintanya terhadap kader Muhammadiyah yang ada di Manggarai Barat.

Rusman pun berharap agar kebersamaan yang telah dijalani dalam menggemakan keberagaman akan tetap berlanjut, sehingga kedamaian antaragama selalu terjaga.

Sementara itu, Direktur Stefanus Gandi Institut (SGI), Stefanus Gandi, meminta Pemuda Muhammadiyah Manggarai Barat untuk menggemakan nilai toleransi dan merajut keberagaman.

Dalam acara tersebut, Stefanus menjelaskan, pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA: Stefanus Gandi Minta Pemuda Muhammadiyah Mabar Gemakan Nilai Toleransi

Toleransi ini akan semakin kental dalam diri kaum muda. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah Manggarai Barat diharapkan terus menerus menggaungkan toleransi dalam keberagaman. Itu terutama ketika Indonesia sedang menghadapi gempuran kelompok intoleran yang berupaya memecah belah anak bangsa.

“Menjaga keharmonisan agar tetap terjaga dengan baik. Saya berharap supaya kita saling menjaga,” katanya.

Di kota, kata dia, mungkin banyak gesekan. Namun ia berharap di Manggarai Barat harus menjaga keharmonisan dan merawat keberagaman.

BACA JUGA: Pemuda Muhammadiyah Mabar Buka Perpustakaan, Stefanus Gandi Siap Sumbang Buku

“Kami membuka diri untuk memberikan kontribusi untuk kaum milenial. Bantuan itu berupa pikiran. Orang Manggarai itu hebat. Jadi diskusi kita ke depan itu lebih terbuka dalam situasi apapun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, NTT merupakan role model nilai toleransi di Indonesia. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah Manggarai Barat harus bisa menjadi agen yang terus menggaungkan nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman.

“Di tangan generasi muda kita diberi beban menjaga keharmonisan umat. Saya pribadi ingin memberikan contoh sebagai model menggaungkan keharmonisan yang mejadi trend. Muhammadiyah bisa mengambil peran menjaga keharmonisan,” pungkas Stefanus.

Ia juga berharap Pemuda Muhammadiyah Manggarai Barat bisa membangun manusia menjadi manusia. Baginya, pembentukan karakter manusia yang harmonis dan toleransi merupakan bagian dari upaya membangun manusia.

Selain itu, menjaga pembangunan manusia dengan cara membentuk pola pikir yang positif. Hendaknya memandang perbedaan bukan lagi menjadi sekat, melainkan keberagaman yang harus diapresiasi.

“Kita menggemakan suara keberagaman. Kita akan berkunjung ke pesantren untuk kenjungan moral membantu manusia menjadi manusia karena membantu sesama itu tidak pakai identitas,” kata Stefanus.

Penulis: Ardy Abba

Pemuda Muhammadiyah Mabar Stefan Gandi Stefanus Gandi Stefanus Gandi Institut
Previous ArticleDiduga Lakukan Pungli di Tempat Wisata Pantai Panmuti, Dua Orang Diamankan Polsek Kupang Tengah
Next Article 10 Ritual Pemakaman Paling Seram di Dunia

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.