Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bupati TTU: Tak Ada Permainan dalam Proses Seleksi hingga Penetapan PTT
Regional NTT

Bupati TTU: Tak Ada Permainan dalam Proses Seleksi hingga Penetapan PTT

By Redaksi9 April 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati TTU Drs. Juandi David (tengah) didampingi Wabup Eusabius Binsasi dan Asisten III Setda TTU Raymundus Thaal saat menggelar konferensi pers terkait polemik penetapan PTT, Jumat, 08 April 2022 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Bupati TTU Juandi David secara tegas mengaku tak ada permainan dalam penetapan hasil seleksi Pegawai tidak tetap (PTT) tahun 2022.

Hal itu terbukti dengan banyaknya keluarga maupun tim sukses dari dirinya dan wakil Bupati Eusabius Binsasi yang dinyatakan tak lulus dalam hasil seleksi PTT yang diumumkan Rabu(06/04/2022).

“Tidak ada intervensi supaya saya punya keluarga lulus atau si A harus lulus, nyatanya saya punya keluarga banyak yang tidak lulus, sekarang keluarga dari Biboki, Insana mau kumpul untuk demo saya dengan pak wakil, jadi kalau bilang ada permainan saya bisa tegaskan tidak ada permainan,” tegas Bupati Juandi saat menggelar konferensi pers, Jumat (08/04/2022).

BACA JUGA: Ungkap Sejumlah Kejanggalan, DPRD TTU Sebut Penetapan Hasil Seleksi PTT Cacat Hukum

Bupati Juandi menegaskan, pelaksanaan seleksi PTT sudah sesuai dengan Perbup Nomor 71 tahun 2021 yang diubah dengan Perbup Nomor 04 tahun 2022.

Saat seleksi dimulai dari tahapan seleksi administrasi, akademik dan wawancara dengan standar nilai masing-masing.

Ia mengakui sesuai perbup 71 tahun 2021,pelaksanaan seleksi PTT harus dilakukan per bulan November tahun berjalan.

Sehingga pelaksanaan seleksi PTT tahun 2022 yang baru dilaksanakan pada bulan Januari 2022 merupakan sebuah keterlambatan.

“Untuk sisa uang bulan Januari-maret yang tidak dibayarkan itu ada mekanisnya, dengan kebijakan bupati kita kita rekrut lagi PTT tapi tentunya harus atas persetujuan DPRD,” jelas mantan Kadis PPO Kabupaten TTU itu.

Sementara itu, Plt. Kepala BKDPSDM Kabupaten TTU Arkadius Atitus yang hadir dalam kesempatan itu juga secara gamblang menjelaskan, hasil seleksi PTT yang ramai dipolemikkan beberapa waktu belakangan ini.

Arka mengaku tidak ada penetapan passing grade(batas nilai minimal) bagi para peserta agar lolos seleksi PTT.

Menurutnya, penetapan kelulusan seleksi PTT dilakukan dengan sistem perengkingan berdasarkan perolehan nilai peserta pada masing-masing formasi.

“Standar nilai ini berdasarkan formasi masing-masing, jadi yang kita gunakan itu sistem perengkingan,” jelas Arkadius.

Arka menjelaskan, proses seleksi PTT dilakukan sebanyak 3 tahap. Itu yakni tahapan seleksi administrasi, akademik dan wawancara.

Pada tahapan seleksi administrasi terdapat peserta yang mendapat nilai 0,5,10 dan 20.
Nilai 0,jelasnya,diberikan kepada para pelamar baru yang belum pernah bekerja.

Calon PTT yang memiliki pengalaman lain dan mendapat SK komite dari kepala sekolah mendapat nilai 5. Sementara untuk PTT lama mendapat nilai 10.

Sedangkan nilai 20 diberikan kepada calon PTT guru yang sudah mendapat sertifikasi.

“Pada kolom administrasi ada yang dapat nilai 0,5,10 dan 20,perlu saya sampaikan ke teman-teman bahwa itu kriterianya ada,” jelas Arka.

Pantauan VoxNtt.com, konferensi pers yang digelar di ruang rapat bupati itu dihadiri juga oleh wakil Bupati Eusabius Binsasi, asisten III Setda TTU Raymundus Thaal serta sejumlah pimpinan OPD.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

David Juandi Eusabius Binsasi Juandi David TTU
Previous ArticleSejumlah Pekerja Lapen di Desa Golo Paleng Geruduk Kantor Disnakertrans Matim
Next Article Dukung UMKM Lokal, Hipmi Mabar Bangun Kolaborasi Bersama Perumda Bidadari

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.