Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Dua Pelayanan RSUD Matim yang Telah Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
KESEHATAN

Dua Pelayanan RSUD Matim yang Telah Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

By Redaksi30 April 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekda Manggarai Timur Boni Hasudungan. (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Baru dua pelayanan di RSUD Manggarai Timur yang sudah melakukan kerja sama dengan Badan Penyelanggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Keduanya, yakni Pelayanan Gawat Darurat dan Pelayanan Bedah.

“Sebelumnya juga pelayanan Obgyn (kandungan) sekarang menunggu dokter spesialis Obgyn baru datang dan dokter anak,” kata Sekda Manggarai Timur Boni Hasungan Siregar, Sabtu (30/04/2022).

Khusus untuk pelayanan Penyakit Dalam, kata Sekda Boni, baru dalam proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ia memperkirakan setelah Idul Fitri sudah ada kerja sama antara RSUD Matim dengan BPJS Kesehatan.

“Kenapa Penyakit Dalam baru mau kerja sama,  tidak bersamaan dengan yang lainnya sejak awal? Kita kerja sama bertahap,  menyesuaikan dengan tenaga dokter spesialis yang telah tersedia,” terang dia.

Selama ini menurut Boni, RSUD Matim kesulitan mendapatkan dokter spesialis Penyakit Dalam dan baru dapat sekitar satu bulan lalu.

Setelah ada dokter spesialis penyakit dalam pihak BPJS Kesehatan melalukan proses kredensialing. Setelah dianggap memenuhi syarat, maka dibuat kesepakatan kerja sama antara RSUD Matim dengan BPJS Kesehatan.

Sekda Boni juga merespons keluhan keluarga pasien Lasarus Gandur, seorang PNS asal Biting, Desa Ulu Wae, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Sebelumnya, Lasarus melalui anaknya Emilianus Karmin Gandur mengaku kecewa dengan pihak BPJS. Kekecewaan Emilianus karena kartu BPJS ayahnya tidak berlaku saat dirawat di RSUD Matim. Padahal, gaji ayahnya terus dipotong setiap bulan untuk membayar iuran BPJS.

Menurut Sekda Boni, saat masuk pihak RSUD Matim sudah menjelaskan kepada pasien melalui putrinya bahwa belum bisa dilayani untuk penanganan oleh dokter spesialis Penyakit Dalam dan harus dibiayai sendiri.

Jika tidak bersedia membayar akan dibuatkan rujukan ke rumah sakit terdekat yang ada dokter spesialis Penyakit dalam dan sudah kerja sama dengan BPJS.

“Artinya kepesertaannya berlaku tapi dirujuk di rumah sakit  lain. Waktu itu putrinya bersedia orangtuanya dirawat di RSUD Borong dan biayanya dibayar sendiri lalu putrinya menandatangani kesediaan,” terang Sekda Boni.

“Penjelasan ini saya dapat setelah saya menanyakan ke ibu direktur rumah sakit dan ibu Resti Kepala BPJS Kesehatan Borong,” katanya.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

Boni Hasudungan Siregar Manggarai Timur Matim RSUD Matim
Previous ArticleKetika Jiwa Mati
Next Article Hujan Interupsi, Aksi Walkout hingga Deadlock Pemilihan Ketua Komisi Warnai Sidang Perombakan AKD DPRD TTU

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.