Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Puan Minta Komisi di DPR Monitoring Harga Komoditas Pangan usai Lebaran
NASIONAL

Puan Minta Komisi di DPR Monitoring Harga Komoditas Pangan usai Lebaran

By Redaksi13 Mei 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPR RI Puan Maharani
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh komisi terkait di DPR terus mengawasi harga pangan.

Sebab, Puan masih mendapat aduan dari masyarakat terkait harga sejumlah komoditas pangan yang tinggi pasca Lebaran.

“Nanti begitu masuk kembali masa persidangan, kami akan minta komisi terkait di DPR agar dalam hal fungsi pengawasan untuk memelototi harga komoditas pangan karena jika harganya masih tinggi, tentu ini akan menyulitkan masyarakat,” kata Puan, Jumat (13/05/2022).

Puan mengatakan, salah satu aduan dari masyarakat yang ia terima adalah masih tingginya harga cabai. Komoditas cabai-cabaian saat ini masih ada di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

“Padahal harga normalnya antara Rp30.0000 hingga Rp33.000,” kata Puan.

Harga minyak goreng curah juga, kata Puan, belum sepenuhnya turun sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Ia mendapat aduan minyak goreng curah di sejumlah pasar tradisional masih berkisar antara Rp19.000-Rp20.000 per liter.

“Padahal pemerintah sudah menetapkan HET minyak goreng curah Rp14.000. Tapi dalam praktiknya harganya masih tinggi, ini ada apa?” kata Puan.

Selain itu, komoditas lain seperti ayam ras, gula pasir, hingga beras juga harganya masih mengalami kenaikan meski lonjakannya tak terlalu tinggi.

Puan meminta Komisi VI DPR yang membidangi sektor perdagangan untuk mencari tahu akar masalah masih tingginya harga komoditas pangan ini. Selain itu, Komisi IV DPR yang membidangi pertanian juga perlu untuk mengecek apakah ada masalah di tingkat hulu.

“Jika perlu, saya minta Komisi terkait untuk memanggil Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian agar bisa mendapatkan penjelasan langsung dari pemerintah,” ujar politisi PDI-P ini. [*]

Nasional Puan Maharani
Previous ArticlePeringati Hardiknas, MKKS SMP Kecamatan Borong Gelar Sejumlah Perlombaan
Next Article Keluarga Terduga Pelaku Minta Maaf, Kasus Perusakan ATM BNI Diselesaikan secara Keluarga

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.