Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Ternyata Soekarno Pernah Hendak Dibunuh saat Salat Idul Adha, Simak Kisah Puan Maharani
NASIONAL

Ternyata Soekarno Pernah Hendak Dibunuh saat Salat Idul Adha, Simak Kisah Puan Maharani

By Redaksi14 Mei 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden Soekarno saat sedang salat Idul Adha
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT- Hari ini, 60 tahun lalu, atau tepatnya 14 Mei 1962, telah terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno.

Cucu Soekarno, Puan Maharani, menceritakan ulang kisah menegangkan itu. Puan mengatakan, peristiwa itu terjadi bertepatan dengan Idul Adha.

“Saat itu, Bung Karno sedang salat Idul Adha di Istana Jakarta, pas memasuki rakaat kedua tiba-tiba saja ada tembakan,” kata Puan, Sabtu (14/5/2022).

Tembakan itu berasal dari empat orang yang ada di barisan atau saf ke empat. Namun, para penembak kesulitan membidik sasaran.

“Mereka kesulitan karena melihat dua orang yang mirip dengan Bung Karno,” kata Puan.

Alhasil, sang proklamator pun lolos dari maut. Namun, nasib nahas dialami dua anggota Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Presiden, yaitu, Soedrajat dan Soesilo.

“Mereka terluka dalam peristiwa itu,” kata Puan.

Ketua DPR KH Zainul Arifin juga ikut terluka. Sebuah peluru menyerempet bahu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Seperti diketahui, Pada Shalat Idul Adha waktu itu, Ketua PBNU KH Idham Chalid bertindak sebagai imam, sementara khotibnya adalah Wakil Menteri Pertama Bidang Pertahanan dan Keamanan/KSAD Abdul Harris Nasution.

Ketika mendirikan Shalat Id yang dimulai sekitar pukul 7.50 WIB tersebut, Soekarno berada di barisan terdepan jamaah.

Di sebelah kirinya ada Abdul Harris Nasution. Di Samping Nasution ada KH Zainul Arifin. Di Samping Kiai Zainul ada KH Saifuddin Zuhri.

Puan mengatakan, empat penembak Bung Karno itu belakangan divonis mati. Mereka adalah Sanusi Firkat, Djajapermana, Kamil, dan Napdi.

Tetapi ketika disodorkan dokumen untuk membubuhkan tandatangan eksekusi, Bung Karno tidak sampai hati.

“Karena kakek saya waktu itu meyakini bahwa pembunuh yang sesungguhunya adalah orang-orang yang menjadi dalang perbuatan itu,” tutur perempuan pertama yang menjadi Menko PMK ini.

Peristiwa itu menjadi percobaan pembunuhan kesekian kali terhadap Bung Karno,  setelah peristiwa Cikini 1957. [*]

Idul Adha Nasional Presiden Soekarno Puan Maharani
Previous ArticleTitip Rindu untuk Senja dan Gelisahku
Next Article Bendungan Wae Cebong Berantakan, Petani Menjerit

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.