Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Nilai Perekrutan Calon AKMIL Kodam Udayana Bali Diskriminatif, PADMA Indonesia Dorong Pembentukan KODAM EL TARI NTT
NTT NEWS

Nilai Perekrutan Calon AKMIL Kodam Udayana Bali Diskriminatif, PADMA Indonesia Dorong Pembentukan KODAM EL TARI NTT

By Redaksi21 Mei 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Padma Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Secara teritorial, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sebagai Provinsi Terdepan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratis Timor Leste (RDTL); baik Darat, Laut dan Udara; maupun dengan Negara Australia dari zonasi Laut dan Udara.

Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa, mengatakan keamanan dan pertahanan NKRI menjadi sangat vital di NTT. Fakta membuktikan bahwa dari sisi keamanan wilayah, Polda NTT sudah masuk kategori tipe A dengan Kapolda berpangkat Irjen.

“Namun miris dan sangat memprihatinkan bahwa dari sisi pertahanan di NTT, memperlihatkan wajah NKRI sangat ketinggalan yakni NTT hanya sekelas Komando Resor Militer (KOREM) bukan Komando Daerah Militer (KODAM) sendiri. Sampai kapan NTT terus di bawah KODAM IX Udayana Bali?” tukas Gabriel melalui keterangan resminya, Sabtu (21/5/2022).

Guna menjawab kebutuhan pertahanan di NTT, Gabriel mendorong agar Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Menteri Pertahanan RI dan Komisi I DPR RI wajib menjadikan NTT Wilayah KODAM sendiri.

“Kami mendorong terbentuknya KODAM EL TARI NTT sehingga dapat membuka akses pembentukan KOREM baru di wilayah Sumba sebagai pulau terdepan Indonesia yang berbatasan dengan Australia dari sisi Laut dan Udara,” kata Gabriel.

Selain itu, Gabriel juga mengemukakan fakta lain, yakni putra-putri NTT yang berminat menjadi Anggota TNI baik itu melalui jalur Tamtama dan Bintara, secara khusus Akademi Militer (Akmil) selalu dipersulit dengan alasan kuota maupun hasil tes psikologi.

Berdasarkan sumber yang dihimpun PADMA Indonesia, hampir setiap tahun kemauan putera-puteri NTT untuk mengabdi negara dengan menjadi anggota TNI sangat tinggi.

Namun demikian, cita-cita putera-puteri NTT selalu kandas karena proses perekrutan Akmil harus melalui KODAM Udayana Bali yang lebih mengutamakan putera-puteri dari Bali bukan dari NTT.

“Fakta membuktikan bahwa sejak tahun 2016-2019, calon Akmil asal NTT tidak ada satupun yang lolos seleksi Akmil dengan alasan nilai akademik dan psikologis yang tidak memenuhi syarat, sehingga jatah untuk NTT dialihkan ke Bali,” ujar Gabriel.

Sementara itu, lanjut Gabriel, proses perekrutan tahun 2020, NTT hanya dapat 1 orang dari seharusnya jatah 5 orang, dengan alasan nilai psikologi calon Akmil asal NTT tidak memenuhi syarat.

Sedangkan proses seleksi tahun 2021, NTT hanya mendapat jatah 2 orang dari kuota KODAM IX Udayana sebanyak 30 orang. Dari 30 orang, Bali mendapat jatah 24 orang, sementara NTB mendapat jatah 4 orang.

“Fakta ini sangat miris dan terkesan diskriminatif karena diduga ada ego sektoral. Sebab, Bali selalu dominan mendapat jatah lulusan Akmil. Masyarakat NTT tentu merasa kecewa karena NTT selalu ‘dianaktirikan’,” sorot Gabriel.

Gabriel membandingkan, fakta miris di NTT justru terjadi sebaliknya di wilayah Papua yang selalu memprioritaskan putra-putri Papua untuk masuk TNI melalui jalur Akmil dengan jatah di atas 20 orang per-KODAM setiap tahun, sehingga setiap tahun 40-an putra-putri lolos Akmil dari 2 KODAM di Papua.

Gabriel menyinggung fakta lain, meski kecewa karena tes psikologi dinyatakan gagal, namun beberapa putra-putri NTT justru dinyatakan lolos seleksi Akmil di Luar Negeri seperti di Amerika Serikat sebagaimana pengalaman dua bersaudara asal Manggarai yang menjadi lulusan terbaik dan menjadi penerbang pesawat tempur Milliter Amerika.

Gabriel mengaku, terpanggil untuk menyuarakan kepentingan putera-puteri NTT sebagai bumi yang melahirkan Pancasila dan tidak menjadi “anak tiri” di NKRI, maka PADMA Indonesia mendesak Anggota Komisi I DPR RI, Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI, agar segera membentuk KOREM Sumba dan KODAM EL TARI NTT pada 5 Oktober 2022, bertepatan dengan Hari Angkatan Bersenjata.

“Kami juga meminta atensi serius Menteri Pertahanan RI, Panglima TNI dan Anggota Komisi I DPR RI untuk memperhatikan putera-puteri NTT agar diterima di Akmil NKRI sehingga mereka tidak tergiur untuk masuk Akmil di Luar Negeri seperti Amerika maupun Australia, karena merasa didiskriminasi dan dianaktirikan di NKRI,” tandas Gabriel. [*]

Gabriel Goa Padma PADMA Indonesia
Previous ArticlePeluh Ibu: Antologi Puisi Donatus Juito Ndasung
Next Article Perkuat Barisan Pengurus, Partai NasDem NTT Gelar Pelatihan Publikasi Politik Berbasis Demokrasi

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.