Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Saat Sekelompok Anak Muda Ngobrol Santai Soal Isu Keberagaman
HEADLINE

Saat Sekelompok Anak Muda Ngobrol Santai Soal Isu Keberagaman

By Redaksi29 Mei 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Komunitas Lintas Agama Kupang (KOMPAK) saat berdiskusi dengan beberapa wartawan tentang keanekaragaman.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Sejak Sabtu (28/05/2022) kemarin ada dua undangan yang masuk ke redaksi VoxNtt.com. Dikirim oleh dua nomor ponsel berbeda, tapi isinya sama. Undangan itu bertopik diskusi soal keberagaman.

Petang tadi (29/05), di Rumah Pohon (orang biasa menyebutnya begitu, red) sebuah kafe yang terletak di kompleks Kantor Gubernur NTT, sekelompok anak muda sudah menunggu untuk diskusi ringan, juga renyah. Topiknya adalah keanekaragaman.

“Kami adalah sebuah Komunitas, namanya KOMPAK. Berlatar belakang anak-anak muda yang konsen dengan isu keberagaman,” demikian diskusi pembuka dari Ningsih.

Dia selalu berbicara teratur dan sesekali menulis hal penting. Ada buku catatan di depannya, barangkali ia selalu membawanya ke mana-mana.

Wanita muda, berparas cantik dan berlesung pipi itu bercerita, KOMPAK adalah sebuah komunitas anak muda lintas agama.

Menurut dia, dibentuk pertama kali pada tahun 2012 silam. Pekerjaan mereka adalah berdiskusi soal keanekaragaman. Dan, dia menyebut pernah beberapa kali melakukan advokasi tentang kasus intoleransi di Kota Kupang dan kabupaten lain.

“Di sini sebagian besar adalah mahasiswa dan ada juga yang bekerja. Kami punya kantor atau sekretariat di TDM,” kata dia.

Beberapa teman-teman wartawan juga dilibatkan dalam diskusi itu sebagai usaha untuk merawat keberagaman dan memproklamasikan potret-potret toleransi dari cerita kecil tentan keanekaragaman dan juga sebagai garda paling depan untuk mempublikasikan nilai nilai toleransi.

Menurutnya, isu keberagaman adalah isu yang sangat penting. Karena selain menjadi hal yang sangat sensitif juga menjadi pekerjaan rumah anak-anak muda.

Di komunitasnya, beberapa anak muda dengan latar belakang agama dan suku yang berbeda, selalu punya kegiatan untuk merawat keberagaman dengan berbagai kegiatan dan diskusi.

“Kami membutuhkan media sebagai corong untuk menyampaikan cerita-cerita toleransi,” tandasnya.

Ada Novemy Leo, wartawan senior dan juga redaktur di Media Pos Kupang juga ikutan nimbrung.

Bagi Nomey, kerja berat wartawan adalah merawat keberagaman dalam sebuah item pemberitaan. Karena, sekali disentuh maka akan menjadi sangat sensitif.

“Berbagi isu soal keberagaman dan saling mendukung satu sama lain untuk sama sama menggarap isu. Ini isu tidak menarik tapi penting.
Tugas kita adalah membuat menjadi menarik,” ujar dia.

Hadir juga wartawan Media online Rakyatntt.com, Rocky Tlonaen. Dia menyebut, yang paling nampak adalah bagaimana potret dunia politik terkait isu keberagaman apalagi musim politik tiba.

Ada beberapa catatan yang berhasil dirangkum oleh VoxNtt.com terkait diskusi bersama Kompak Minggu (29/05/2022):

Pertama, cerita-cerita tentang toleransi di masyarakat harus selalu rutin disampaikan ke publik.

Kedua, akan melakukan sejenis gerakan untuk memproklamasikan perbedaan.

Ketiga, media sebagai corong utama dalam merawat keanekaragaman melalui pemberitaan.

Ketiga, anak-anak muda penting untuk ikut serta dalam upaya merawat keberagaman.

Keempat, diskusi-diskusi tentang keanekaragaman harus selalu dilakukan agar semua masyarakat mau menerima perbedaan, bukan memusuhinya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kompak Kota Kupang
Previous ArticleKonferensi Internasional Hari Kedua Bahas Bahasa dan Kebudayaan
Next Article Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.