Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Sorgum Organik of Bea Muring Hadir dalam Bazar UMKM di Labuan Bajo
Ekbis

Sorgum Organik of Bea Muring Hadir dalam Bazar UMKM di Labuan Bajo

By Redaksi24 Juni 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ambrosius Roni, saat memamerkan Sorgum Organik of Bea Muring di Labuan Bajo, Jumat (24/06/2022)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Sorgum Organik of Bea Muring hadir dalam Flores Coffee Festival dan Bazar UMKM yang dilaksanakan di Kampung Ujung, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam festival ini, sebanyak 120 UMKM   memamerkan hasil karyanya, berupa tenun ikat dan aneka karya lainnya. Salah satunya adalah produk UMKM dari Manggarai Timur yaitu Sorgum Organik of Bea Muring.

Ambrosius Roni, petani sorgum asal Desa Melo, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, mengatakan sekarang sorgum ini sudah mulai diminati masyarakat. Sebenarnya sorgum, kata dia, adalah pangan lokal yang dilupakan oleh masyarakat.

“Tetapi sejak tahun 2019  Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur kembali mencanangkan supaya sorgum ini menjadi makanan alternatif untuk masyarakat sehingga tidak tergantung pada beras,” ungkap Ambrosius saat ditemui wartawan di Labuan Bajo, Jumat ( 24/06/2022 ).

Ambrosius menjelaskan, dirinya hadir dalam bazar UMKM tersebut untuk kembali memperkenalkan sorgum kepada masyarakat luas bahwa masih ada pangan lokal selain beras dan jagung.

Ada pun jenis sorgum yang dipamerkan dalam bazar UMKM tersebut yakni berbetuk tepung, beras dan kue kering.

Menurut Ambrosius, sorgum memiliki kelebihan yaitu bisa digunakan untuk terapi bagi orang yang mengalami sakit diabetes atau penyakit gula. Bisa juga mengatasi stunting karena kandungan kalsium dan kandungan seratnya lebih besar.

“Sehingga untuk tiga kabupaten sekarang ini, pemerintah daerah memanfaatkan sorgum ini  untuk mengatasi stunting,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk sementara di Kabupaten Manggarai Timur ada dua desa yang menjadi contoh yaitu Desa Golo Ndari dan Desa Melo untuk penanaman sorgum mulai dari pembibitan sampai pada proses panen.

Ia pun berharap semua masyarakat NTT untuk bisa menanam sorgum sehingga makin banyak orang yang sehat.

“Karena motto kami yaitu bergizi dan berduit,” harapnya. [SR]

Mabar Manggarai Barat
Previous Article28 Tim Asal Ngada dan Manggarai Raya Siap Bertanding dalam Turnamen Bhayangkara Cup 1
Next Article Parpol: Perkakas Rakyat

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.