Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tangis Histeris Warga Ajang Kala Mobil Ambulans Perlahan Merapat
HEADLINE

Tangis Histeris Warga Ajang Kala Mobil Ambulans Perlahan Merapat

By Redaksi19 Juli 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ibunda almarhum Yohanes Rangkas bersama keluarga besar dan warga kampung Ajang terlihat menangis histeris saat jenazah tiba di kampung halaman. (Foto: Igen Padur/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Warga Ajang, Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, berhamburan mengerumuni rumah duka kala mendengar sirene mobil ambulans, Senin (18/07/2022) pukul 19.39 Wita.

Mobil ambulans milik Pemerintah Kabupaten Manggarai yang datang dari Bandara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat itu membawa jenazah Yohanes Rangkas (26), salah satu warga Kampung Ajang yang sudah tujuh tahun merantau di Papua.

Sebelumnya, Yohanes tewas setelah ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Nanggolait, Kabupaten Nduga, Papua.

Sebelum mobil ambulans yang membawa jenazah datang, sebagian anggota keluarga menangis tersedu-sedu seakan tidak rela Yohanes pergi dengan tragis.

Tangis pecah dan bergemuruh kala mobil ambulans merapat. Sebagian anggota keluarga dengan penuh hati-hati menurunkan jasad Yohanes untuk kemudian dilentakkan di sebuah tenda luar rumah.

Yosep Kawe, keluarga dekat korban mengatakan, almarhum telah lama merantau di Papua.

Baca Juga: Jenazah Korban Penembakan KKB Papua Tiba di Manggarai, Disambut Tangisan Histeris Warga Satu Kampung

Selama di bumi Cendrawasi, Yohanes kerap berkabar dengan keluarga di kampung halamannya menggunakan sambungan telepone.

Selama di Papua, lanjut Yosep, almarhum tercatat bekerja di dua tempat yakni di Timika selama enam tahun lebih dan sembilan bulan di Kabupaten Nduga hingga akhirnya tewas di tangan KKB Papua.

Sehari sebelum korban meninggal dunia, ia menelepon keluarga dekat di kampung halamannya dan menceritakan tentang kondisi kakinya yang menjadi korban sabetan senjata KKB.

Kala itu, sang ibu menyarankan agar ia segera turun ke kota untuk menghindari serangan brutal dari kelompok bersenjata tersebut. Namun, imbauan dan nasihat keluarga diabaikan. Alhasil, saat pulang mengambil barang dari bandara, ia dikepung dan ditembak mati di pinggir jalan oleh KKB.

Sebelum kejadian tersebut, lanjut Yosep, almarhum Yohanes pernah mengirim uang sebanyak dua juta rupiah untuk mamanya.

“Dua minggu sebelum kejadian ini, Yohanes sudah pernah kirim uang sebanyak dua juta rupiah untuk mamanya,” ungkap Yosep.

Mengakhiri pembicaraannya, Yosep menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mengambil bagian dalam membantu pemulangan jenazah Yohanes.

“Mewakili pihak keluarga, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk pemerintah yang sudah ambil bagian dalam membantu pemulangan jenazah dari adik Yohanes ini hingga tiba di rumah,” ungkapnya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

 

Manggarai
Previous ArticleJenazah Korban Penembakan KKB Papua Tiba di Manggarai, Disambut Tangisan Histeris Warga Satu Kampung
Next Article Mantan Kades Reo Tahun 1982 Beri Kesaksian tentang Kedudukan Lahan Nanga Banda

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.