Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Festival Golo Koe akan Jadi Festival Rutin Tahunan Gereja Keuskupan Ruteng
HEADLINE

Festival Golo Koe akan Jadi Festival Rutin Tahunan Gereja Keuskupan Ruteng

By Redaksi15 Agustus 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Malam Puncak Festival Golo Koe Labuan Bajo (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Festival Golo Koe Labuan Bajo kini memasuki malam puncak. Sebelumnya, Gereja Keuskupan Ruteng menggelar Festival Golo Koe sejak tanggal 8 hingga 15 Agustus 2022.

Uskup Keuskupan Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, Pr mengatakan, Festival Golo Koe Labuan Bajo ini akan menjadi festival rutin tahunan Gereja Keuskupan Ruteng.

“Setelah berkonsultasi dengan Pemda Mabar dan BPOLBF serta stakeholder lainnya, saya ingin memaklumkan secara resmi bahwa Festival Golo Koe Labuan Bajo ini akan menjadi festival rutin tahunan Gereja Keuskupan Ruteng,” tegas Uskup Sipri dalam sambutannya usai Perayaan Ekaristi di Marina Waterfront City Labuan Bajo, Senin (15/08/2022).

Uskup Sipri juga menyinggung soal pariwisata yang tepat dan benar haruslah holistik yaitu berpartisipasi, berbudaya, berkelanjutan.

Selain itu, Uskup Sipri menyebut, tujuan utama Festival Golo Koe telah terpenuhi yaitu pariwisata adalah pesta rakyat. Selain itu juga pariwisata bukan hanya pesta turis, tetapi juga pesta untuk semua.

“Pariwisata bukan hanya “gawean” orang berduit, tetapi juga “lonto leok” kita. Pariwisata haruslah berpartisipasi.
Tetapi bukan hanya dalam hal kesejahteraan, bukan sekedar penerima pasif (objek) keuntungan ekonomi. Berpartisipasi berarti masyarakat lokal menjadi pelaku, menjadi subjek pariwisata,” ujar Uskup Sipri.

Masyarakat juga, kata dia, yang mendesain pariwisata sesuai kearifan lokal dan roh spiritualitas setempat dan yang melaksanakan pariwisata dalam semangat persaudaraan dan kebhinekaan.

“Yang bersama sujud takjub di hadapan Sang Khalik atas maha agung karya cinta ciptaan-Nya,” tambahnya.

Untuk diketahui, Festival Golo Koe diikuti oleh 86 paroki Se-keuskupan Ruteng. Masing-masing paroki mengutus 10 orang umat.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Festival Golo Koe Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleTerkait Maraknya Tambang Ilegal di Manggarai Timur, Polda NTT Diminta Turun Tangan
Next Article Kukuhkan Paskibraka NTT 2022, Ini Pesan Wagub Nae Soi

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.