Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»KOPEARAD Desak Polres Mabar Usut Tuntas Kasus Penganiayaan di Waterfront City Labuan Bajo
HUKUM DAN KEAMANAN

KOPEARAD Desak Polres Mabar Usut Tuntas Kasus Penganiayaan di Waterfront City Labuan Bajo

By Redaksi3 Oktober 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Presidium KOPEARAD Mabar Itho Umar (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Martinus Jeminta seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) harus kehilangan nyawa setelah menjadi korban salah sasaran penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok remaja di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) pada Minggu (02/10/2022) dini hari.

Pemuda 28 tahun itu berasal dari Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Komodo, Minggu malam, pukul 20.42 Wita.

Menanggapi peristiwa itu, Ketua Presedium Komunitas Pemuda Antiradikalisme (KOPEARAD) Mabar Itho Umar mengutuk keras pelaku penganiayaan yang tidak manusiawi tersebut.

“Kami KOPEARAD mengutuk keras pelaku penganiayaan yang tidak manusiawi yang dialami oleh almarhum Martinus Jeminta,” tegas Itho Umar di Labuan Bajo, Senin (03/10/2022).

Ia pun mendesak Kepolisian Resort Manggarai Barat untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan salah sasaran tersebut dan memberikan hukum bagi para pelaku.

“Sangat menyedihkan, korban yang datang jauh-jauh dari Manggarai Timur untuk menikmati separuh kue kemajuan di pusat kota premium Labuan Bajo dengan berdagang cilok harus ‘menyerahkan’ nyawanya pada tangan-tangan manusia biadap,” kata Itho Umar.

“Ya, manusia biadap! Karena apa yang mereka lakukan sungguh di luar nalar manusia sebagai makhluk hidup yang saling mencintai dan menyayangi. Apalagi peristiwa tidak manusiawi ini. Ini terjadi pada tempat (obyek) penting yang ada di Labuan Bajo,” lanjut Itho

KOPEARAD Mabar meminta, pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Manggarai Barat dan aparat keamanan, baik itu TNI-POLRI untuk melakukan evaluasi terkait strategi pengamanan objek vital di seluruh wilayah Manggarai Barat baik di daratan maupun di pulau-pulau.

“Kejadian Martinus Jeminta akan menjadi preseden buruk bagi situasi keamanan dan kenyamanan siapapun yang datang ke objek-objek vital di Labuan Bajo,” tutup Itho Umar.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Kopearad Mabar Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Polres Mabar Waterfront Labuan Bajo
Previous ArticlePolisi Amankan 8 Orang Terduga Pelaku Penganiayaan di Waterfront City Labuan Bajo
Next Article Keren! Atlantis International College Labuan Bajo Kirim 3 Lulusannya ke Luar Negeri

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.