Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Official Selection Flobamora Film Festival, 10 Film Lolos Seleksi
Seni dan Budaya

Official Selection Flobamora Film Festival, 10 Film Lolos Seleksi

By Redaksi18 Oktober 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Flobamora Film Festival (F3) telah hampir tiba pada puncak pergelarannya. Banyak hal telah dipersiapkan dan dilaksanakan untuk menuju puncak pergelaran tersebut.

Program-program seperti Bioskop Pasiar, Crowedfonding, Workshop Film Pelajar, dan lain-lain. Yang terakhir, panitia F3 telah melakukan Official Selection.

Program Official Selection ini merupakan kegiatan untuk menyeleksi atau mengkurasi film-film yang telah terdaftar sebagai ‘Film Kompetisi’ di dalam festival ini.

Program ini bermaksud sebagai upaya untuk meninjau kembali terkait koherensi dan relevansi film-film yang terdaftar dengan tema dari F3 itu sendiri.

Hingga tulisan ini diterbitkan, tercatat telah ada sejumlah film yang terdaftar sebagai ‘Film Kompetisi’di dalam festival ini. Selain itu, dari film-film kompetisi yang telah terdaftar itu, ada sekitar 10 film telah melalui proses kurasi dan lolos seleksi.

Adapun ke-10 film yang telah lolos kurasi, antara lain: ‘Anamnesi’ dari Ponix Production (Kupang), ‘Lewotanah’ dari Comuniao Pago (Lembata), ‘Sophia’ dari Komunitas Ugu Maumere (Maumere), ‘OH’ (Kupang), ‘Monday’ dari KFK (Kupang), ‘Sapi Terakhir Bapak’ dari Komunitas Film Kuan Kefa (Kefa), ‘Loss’ dan ‘Mama’ dari Beginner (Kupang), ‘Keru Baki’ dari Pondok Edelweis (Lembata), dan ‘Syndicate’ dari JBOCAST (Kupang).
Kesepuluh film yang telah lolos seleksi tersebut kemudian akan ditinjau kembali oleh juri dan dinilai.

Proses penilaian tersebut akan menjadi babak final, untuk kemudian mencari film mana saja yang akan menjadi pemenang dalam program ‘Film Kompetisi’ di F3 ini.

Terkait proses penilaiannya, ada tiga juri yang dihadirkan oleh F3. Ketiga juri tersebut antara lain: 1) Manuel Alberto Maia. Abe, begitu ia sering disapa, adalah seorang sutradara.

Flobamora Film Festival (Foto: Official Selection Flobamora Film Festival)

Salah satu film yang disutradarai oleh Abe adalah ‘Nokas’, yang mana telah diputar diberbagai festival dan pernah memenangi sejumlah penghargaan di beberapa ajang film. 2) Fanny Chotimah. Dia adalah seorang director, writer, dan produser film. Berdasarkan catatan CV-nya, Fanny tampak aktif dalam dunia perfilman, mulai dari pelatihan-pelatihan, pengalaman produksi, organisasi, dan lain-lain.

Wanita yang sedang aktif bersama Komunitas Film Kembang Gula ini, juga pernah mensutradarai beberap film, di antaranya seperti ‘Aku dan Bhineka’ (2020) dan ‘Rasa(h)’ (2021). 3) Yusuf Radjamuda.

Yusuf adalah seorang film director, producer, writer, dan editor. Dia juga cukup aktif di dunia perfilman. Yusuf telah malang-melintang melalui berbagai aktivitas perfilman, seperti filmografi dan peghargaan, serta pernah mengikuti workshop dan menjadi juri.

Salah satu film yang pernah disutradari oleh Yusuf Radjmuda adalah ‘Mountain Song’. Film tersebut berhasil mendapat beberapa penghargaan, seperti ‘Best Scrip Writer Asian New Talent Award 2019’, ‘In Competition World Cinema Amsterdam 2019’, dan ’Best Film Newcomers Section Asian Film Festival 2020’. (VoN)

Flobamora Film Festival
Previous ArticleHari Pertama Dibuka, 60 Wisatawan Kunjungi Goa Batu Cermin, Ada 12 dari Mancanegara
Next Article Spirit Sumpah Pemuda dalam Mewujudkan Pendidikan yang Memerdekakan

Related Posts

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025

Bundaran Patung Kristus Raja Kumba Disulap Menjadi Lebih Semarak dan Berkilau di Malam Hari

12 Desember 2025

Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang

6 Desember 2025
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.