Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Diduga Setelah Telepon dari Jakarta, FJ Tidak Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Terminal Kembur
HUKUM DAN KEAMANAN

Diduga Setelah Telepon dari Jakarta, FJ Tidak Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Terminal Kembur

By Redaksi30 Oktober 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Terminal Kembur (Foto: Yunt Tegu/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan Terminal Kembur di Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, tahun 2012/2013 lalu.

Penetapan kedua tersangka tersebut, setelah Kejari Manggarai memeriksa 25 orang saksi pada Jumat, 28 Oktober 2022.

Kedua terangka itu yakni, BAM selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Pengadaan Lahan untuk Pembangunan Terminal Kembur dan GJ selaku penerima pembayaran pengadaan lahan.

Salah satu sumber terpercaya kepada media ini menegaskan, yang seharusnya ditetapkan sebagai tersangka adalah FJ Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Timur pada waktu itu.

“Sebenarnya BAM itu hanya dijadikan korban dari FJ. Seharusnya FJ sudah ditetapkan jadi tersangka namun kemudian ada telepon dari Jakarta maka kronologi diubah, dan tersangka pun diubah,” katanya melalui pesan WhatsApp,  Minggu (31/10/2022).

“Kronologi (diduga) diubah semua sama jaksa. Banyak jaksa penyidik di Manggarai stres karena terjadi perubahan tersangka,” tambah sumber itu.

Maka dari itu, ia berharap semoga BAM nanti harus berani membongkar semua apa yang sebenarnya terjadi.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis pihak Kejari Manggarai belum berhasil dikonfirmasi terkait tidak ditetapkannya FJ mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Timur sebagai tersangka.

Terpisah, praktisi hukum Edi Hardum
berharap masyarakat Manggarai Timur bisa bergerak dan bersuara agar pengguna anggaran dalam kasus itu dijadikan tersangka.

“Jangan tebang pilih dalam penegakan hukum. Jangan tajam ke bawah tumpul ke atas,” tegas Edi.

Ia juga meminta Kepala Kejaksaan Manggarai harus berani melawan intervensi dalam kasus Terminal Kembur.

“Jangan buat negara ini sarang mafia,” tegas Edi.

Penulis: Yunt Tegu
Editor: Ardy Abba

Kejari Manggarai Manggarai Timur Matim Terminal Kembur
Previous ArticleStefanus Gandi Dinilai Figur yang Tepat untuk Didukung
Next Article Bupati Simon Nahak Pikul Ina Maria Nain Feto Malaka

Related Posts

SDK Lewe Gelar Perkemahan Pramuka Sambut HUT ke-65

13 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026
Terkini

SDK Lewe Gelar Perkemahan Pramuka Sambut HUT ke-65

13 Agustus 2026

Serap Aspirasi Warga Papagarang, Hasanudin Minta Pemerintah Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

13 Agustus 2026

Pramuka Manggarai Barat Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan

13 Agustus 2026

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.