Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Sekolah Jam 05.30 Pagi dan Upaya Pembentukan Sikap Disiplin Pelajar
Pendidikan NTT

Sekolah Jam 05.30 Pagi dan Upaya Pembentukan Sikap Disiplin Pelajar

By Redaksi5 April 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis P dan K NTT, Linus Lusi saat launching sekolah jam 5.30 di SMAN 6 Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Linus Lusi melaunching sekolah pukul 05.30 pagi di SMAN 6 Kota Kupang, Rabu (05/04/2023).

Pantauan VoxNtt.com, Kadis Linus Lusi tiba di SMA yang di terletak di Sikumana itu kurang lebih pukul 05.30 Wita.

Selain rombongan Dinas P dan K NTT, turut hadir para Kepala SMA dan SMK se-Kota Kupang.

Kadis Linus Lusi pada sesi sambutan mengatakan, kehormatan orang NTT terletak di aspek pendidikan.

“Dirancang mendesain cita-cita anak. Dengan argumen dan riset sekolah jam lima pagi. Ibu bapa tidak boleh mundur. Keraguan adalah penyakit di dunia pendidikan,” tegas Linus.

Respons Reaksi Publik

Pada kesempatan yang sama, Kadis Linus Lusi merespons reaksi publik pada saat awal dimulainya kebijakan sekolah mulai jam 5.00 pagi.

“Tidak boleh tundukan kepala jika ada cemoohan publik. Sekolah kita masih memiliki banyak kekurangan tapi kita tidak boleh mundur,” jelas Linus.

Dikatakan Linus, jika jam 5.30 memberikan banyak hal.

“Pelan tapi pasti bukan berhenti. Kita berkumpul di sini karena satu hati untuk pendidikan di NTT. Memiliki visi yang sama. Kita harus punya pikiran yang serius.
Kita melahirkan sejarah baru dengan sekolah jam   5.30,” tandasnya.

Disiplin Siswa

Linus Lusi mengatakan jika launching sekolah  jam 05.30 dengan pilot project dua sekolah di Kota Kupang adalah tahap awal.

“Kita lakukan di sini sebagai pergerakan jangka panjang. Harapan kita ke depan ada kesadaran kolektif untuk sekolah lain atas kesepakatan orang tua. Ini butuh napas panjang. Soal kesiapan proses tetap berjalan. Kondisi kita beda apalagi sekolah negeri. Kita memberikan harapan baru sambil kita membenah diri. Ini embrio awal kalau ada kesepakatan guru dan orang tua di sekolah lain bisa dilakukan,” jelasnya.

Kata dia, polemik terkait sekolah jam 05.30 merupakan bentuk cinta tentang pendidikan.

“Kita refleksi dan kita perbaiki. Kalau semua sudah ready pasti ada payung hukumnya,” katanya.

Sementara itu, Hendrikus Hati Kepala SMAN 6 Kupang justru mengatakan jika tidak ada kendala dan juga resistensi dari orangtua terkait penerapan sekolah jam 5.30.

“Kita sebagai pelaksana menerima deretan informasi dari orangtua. Ada apresiasi karena anak bisa bangun pagi dan malam anak anak tidak keluyuran,” ujar Hendrikus.

Menurutnya, sejauh ini orangtua tidak ada yang protes.

“Kalau soal kehadiran siswa mereka menyesuaikan diri,” katanya.

Pandangan Lain

Presiden Direktur Generasi Unggul Center,  Pendeta Jhony Kilapong menyebut jika sekolah jam 5.30 baik bagi perkembangan siswa.

Menurut Pendeta Johny, Kajian riset jurnal Scopus Q 1 menyebut bahwa  berdasarkan neurosains otak manusia dirancang untuk mulai aktivitas di pagi hari.

“Penyerapan energi dan daya pikir 100 %. Secara psikologi semua riset menunjukan orang yang belajar di pagi hari punya tingkat peringkat akademik baik,” ujarnya.

Menurutnya, orang orang yang bekerja di pagi hari lebih produktif.

“Secara kesehatan juga  bagus. Yang paling sulit dibangun adalah budaya. Itu gerbang pertama. Budaya unggul paling sulit dibangun dalam dunia pendidikan. Disiplin itu adalah kuncinya. Bangun pagi itukan persoalan disiplin. Kalau orang sudah malas orang akan susah aplikasikan ilmu,” ujarnya.

“Di negara maju disiplin itu dibentuk di dunia pendidikan. Kalau anak masuk pagi jam lima maka anak anak akan terbiasa tidak tidur telat pada malam hari. Manajemen waktu itu harus kuat,” sambung dia menjelaskan.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Dinas Pendidikan NTT Kota Kupang Pemprov NTT
Previous ArticleAkibat Curah Hujan yang Tinggi, Sejumlah Wilayah di Labuan Bajo Banjir
Next Article KPU Manggarai Berkomitmen Wujudkan Pemilu yang Bersih

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.