Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Masyarakat Poco Leok Desak Bupati Nabit Cabut SK Penetapan Lokasi Pengembangan PLTP Ulumbu
Ekbis

Masyarakat Poco Leok Desak Bupati Nabit Cabut SK Penetapan Lokasi Pengembangan PLTP Ulumbu

By Redaksi9 Agustus 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Massa dari Poco Leok saat datang demonstrasi penolakan pengembangan PLTP Ulumbu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Masyarakat Poco Leok, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, mendesak Bupati Herybertus GL Nabit agar mencabut SK penetapan lokasi pengembangan PLTP Ulumbu.

Tua adat Kampung Ndendru, Agustinus Tujuh, mengatakan masyarakat adat Poco Leok menghadapi ancaman serius terkait perampasan tanah mereka dalam konteks rencana pembangunan energi listrik. Saat ini, warga Poco Leok bersatu dalam penolakan atas rencana tersebut dan siap mengambil tindakan tegas.

Kata dia, sebanyak 10 dari 14 gendang adat, sebagai representasi suara mayoritas warga, telah dengan tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pengembangan geothermal di  wilayah Poco Leok.

Dalam orasinya, Agustinus dengan tegas menolak proyek geothermal. Mayoritas masyarakat Poco Leok menolak kehadiran Gethermal di daerah itu.

“Mayoritas warga menolak. Tetapi pemerintah menilai itu sebagai riak-riak kecil. Mereka juga mengklaim mayoritas mendukung. Maka dari itu, besok kami akan menggelar aksi untuk membuktikan kepada publik bahwa mayoritas warga menolak proyek ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat Poco Leok tidak akan berkompromi dalam menghadapi potensi kerusakan terhadap lingkungan, tanah, air, dan kehidupan masyarakat. Ia menyatakan bahwa tidak akan ada ruang untuk diskusi atau pendekatan kompromi selama rencana pengembangan geothermal ini masih ada.

“Ketika bicara tentang merusak ruang hidup, tanah, air, lingkungan, dan kampung, warga kami tak akan kompromi. Diskusi dan pendekatan pun tak akan dianggap. Oleh karena itu, selama ini warga menolak segala upaya pemerintah dan perusahaan untuk mendiskusikan proyek geothermal,” tegasnya lagi.

Diketahui, gendang-gendang yang menunjukkan sikap penolakan ini meliputi: Gendang Lungar, Gendang Tere, Gendang Jong, Gendang Rebak, Gendang Cako, Gendang Ncamar, Gendang Nderu, Gendang Mori, Gendang Mocok, dan Gendang Mucu. [VoN]

Manggarai PLTP Ulumbu
Previous ArticleMasyarakat Poco Leok Marah karena Terlalu Lama Tunggu Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Manggarai
Next Article Penetapan Flores sebagai Pulau Panas Bumi: Malapetaka Baru bagi Warga dan Lingkungan

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.