Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Selain Dukung Sikap Tegas Kapolda, Pemuda Katolik Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan Ormas Garuda
HUKUM DAN KEAMANAN

Selain Dukung Sikap Tegas Kapolda, Pemuda Katolik Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan Ormas Garuda

By Redaksi4 Desember 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Pemuda Katolik Wilayah NTT, Yuvensius Tukung (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-  Pemuda Katolik Komisariat Daerah Nusa Tenggara Timur memberikan apresiasi dan mendukung penuh  atas langkah cepat dan tegas yang diambil oleh Kapolda NTT Irjen Johni Asadoma terhadap organisasi masyarakat (ormas) Garuda dan Garda Flobamora.

Ormas tersebut sebelumnya diduga melakukan tindakan premanisme dan kekerasan terhadap kelompok aksi mahasiswa Papua.

Sekretaris Pemuda Katolik NTT Yuvensius Tukung mengatakan, langkah cepat dan tegas yang diambil Kapolda NTT sangat urgen dan dibutuhkan guna mempercepat pengendalian situasi yang berkembang saat ini agar tetap damai, aman, serta kondusif.

Menurut dia, Indonesia menganut sistem demokrasi. Pun kebebasan berpendapat dilindungi Undang-undang.

Jika ada hal yang bersifat melanggar konstitusi dan lainnya, maka hal itu menjadi domain aparat penegak hukum sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang.

“Tidak boleh ada orang atau kelompok yang mencoba untuk main hakim sendiri dan seakan menggatikan peran, tugas dan wewenang dari aparat penegak hukum,” ujar Anggota DPRD Kota Kupang itu, Senin (04/12/2023).

Yuvensius menyayangkan aksi kekerasan itu terjadi di NTT. Padahal selama ini NTT dikenal cukup toleran.

Aksi Ormas Garuda dan Garda Flobamora menurut dia, tidak mencerminkan citra NTT sebagai Nusa Toleransi.

Sebab itu, ia meminta agar Kapolda NTT segera menepati janjinya untuk menindak Ormas Garuda dan Garda Flobamora.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah perlu  mengevaluasi eksitensi dan keberadaan dari Ormas Garuda dan Garda Flobamora.

“Kita juga berharap masyarakat tetap tenang dan jangan mengambil langkah dan tindakan gegabah  apapun dalam menyikapi persoalan ini,” ujarnya.

Sebagai anak satu bangsa, kata dia, tentu saja semua orang adalah bersaudara, saling menghormati dan menghargai.

Semua pihak perlu menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Berharap dengan persoalan ini juga menjadi permenungan untuk semua pihak bahwa setiap tindakan apapun mesti perlu dipikir secara matang dan bijak.

Perlu juga mempertimbangkan secara baik akan dampaknya secara luas.

Yuvensius kemudian meminta masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketenangan, serta perdamaian.

Apalagi saat ini sedang dalam momentum yang sangat istimewa yaitu masa adven, masa di mana umat Katolik sedang dalam persiapan dan penantian perayaan Natal.

“Kita perlu berikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum khususnya Polda NTT dalam menangani persoalan ini secara cepat dan secara profesional,” sambung Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang itu.

Hal yang tidak kala penting untuk diperhatikan, lanjut Yuvensius, adalah tentang subtansi aksi mahasiswa Papua yaitu deklarasi kemerdekaan Papua.

“Pemuda Katolik juga secara tegas menolak akan hal itu. Sangat tidak tepat kalau deklarasinya di Kota Kupang dan NTT,” tandanya.

Ia pun meminta agar dalam mengurai persoalan ini juga mesti dilihat secara utuh.

Satu sisi mendorong proses tindakan tegas kepada Ormas Garuda dan Garda Flobamora. Sisi lain Pemuda Katolik tidak mentoleransi gerakan-gerakan yang disinyalir mendukung upaya Papua merdeka.

Dia menegaskan bahwa sikap Pemuda Katolik tentu tegak lurus dengan upaya pemerintah.

Yuvensius juga menyoroti adanya dugaan pembiaran atau kelalaian dari unsur TNI dan Polri saat kejadian. Seharusnya sudah dapat dideteksi dari awal saat mahasiswa Papua mengajukan surat izin untuk melakukan aksi.

“Lantas saat berjalannya aksi itu terpantau dan dikawal ketat oleh TNI dan Polri. Kalau

itu dilakukan maka persoalan ini dapat dicegah dan tidak terjadi,” katanya.

Ia berharap agar tidak boleh ada kelompok kepentingan yang memboncengi dan merusak hubungan ikatan persatuan dan persaudaraan anak bangsa.

Penulis: Ronis Natom

Pemuda Katolik Yuvensius Tukung
Previous ArticleKetika Semuel Fahik Ajak Wartawan Sambangi Para Petani
Next Article Disambut Positif Masyarakat Ngada, Stefanus Gandi Optimistis Bisa Duduk di Senayan

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.