Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Diresmikan Erick Tohir, Golo Mori Convention Center Jadi Magnet Baru Pariwisata di Indonesia Timur
Ekbis

Diresmikan Erick Tohir, Golo Mori Convention Center Jadi Magnet Baru Pariwisata di Indonesia Timur

By Redaksi7 Desember 20234 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Menteri BUMN Erick Tohir pose bersama sejumlah tamu yang hadir usai meresmikan GMCC, Rabu (06/12/2023)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Menteri BUMN Erick Thohir meresmikan kawasan Meeting Incentive Conference and Exhibition (MICE) Golo Mori Convention Center (GMCC) yang terletak di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (06/12/2023).

GMCC diharapkan akan menjadi magnet baru pariwisata di Indonesia Timur dan menciptakan dampak positif perekonomian lokal.

GMCC adalah kawasan Meeting Incentive Conference and Exhibition (MICE) yang dikembangkan dan dibangun oleh member Injourney Group yakni PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang selama 50 tahun telah mengembangkan dan mengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali.

Pengembangan The Golo Mori menjadi penugasan ketiga oleh Pemerintah kepada ITDC melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2021, setelah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika/The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) di tahun 2014 hingga saat ini.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, GMCC merupakan destinasi MICE yang menarik, dibangun dengan standar internasional. GMCC  bukan sekadar sarana MICE baru, tetapi juga simbol komitmen pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan daya tarik pariwisata di Indonesia Timur.

“Dengan keindahan alam yang dikelilingi bukit dan pantai yang mempesona kata dia, GMCC juga dilengkapi dengan fasilitas unggulan, dan dilengkapi dengan beach club, observation deck dan dermaga kayu yang menghadap langsung ke Pulau Rinca, bagian dari Taman Nasional Komodo yang menjadi situs warisan dunia UNESCO,” ungkap Erick Thohir

Senada dengan hal itu, Direktur Utama ITDC Ari Respati menyatakan, pengembangan Kawasan The Golo Mori/GMCC menjadi landasan baru bagi ITDC untuk terus memberikan kontribusi positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“GMCC tidak hanya menjadi landmark baru untuk ITDC, tetapi juga sebagai pusat pertemuan dan acara yang akan memajukan sektor pariwisata dan konvensi di Indonesia,” ujarnya

Pembangunan fasilitas GMCC kata dia, terdiri dari Convention Hall dengan kapasitas 400 pax, VVIP lobby 400 pax, VVIP Lounge 29 pax, VIP Room 12 Pax, Media Center 50 pax dan Amphitheater dengan kapasitas 500 pax.

Selain itu, saat ini konektivitas di kawasan The Golo Mori sangat terbantu dengan adanya akses jalan sepanjang 25 kilometer dari Labuan Bajo, yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect warga sekitar.

Pada bulan Mei 2023, GMMC menjadi venue side event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-41 ASEAN 2023.

“Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dalam mewujudkan prestasi ini, yang tak terlepas dari dukungan luar biasa Kementerian dan Lembaga terkait, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat, NTT dan masyarakat setempat. Terima kasih atas kontribusi, yang menjadikan GMCC sebagai pusat konvensi unggulan, mendorong pertumbuhan pariwisata, dan memperkaya pengalaman acara di Indonesia,” tutup Ari.

Untuk diketahui, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang memiliki lini bisnis membangun dan mengembangkan kawasan pariwisata di Indonesia.

Selama 50 tahun telah membangun dan mengelola The Nusa Dua, kawasan pariwisata terpadu seluas 350 hektare yang berlokasi di Bali bagian selatan, yang menjadi salah satu kawasan pariwisata terbaik di dunia.

Dengan infrastruktur, akomodasi, dan fasilitas pertemuan yang berstandar internasional, membuat kawasan ini menjadi tuan rumah berbagai event resmi berskala internasional seperti APEC 2013, Bali Democratic Forum, Miss World 2013, dan IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 dan Presidensi G20 pada 2022.

Sejalan dengan strategi Pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata menjadi sumber utama devisa negara dengan meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, ITDC ditugaskan untuk mengembangkan destinasi pariwisata di luar Pulau Bali.

Dengan dukungan Pemerintah, ITDC memperoleh hak untuk mengembangkan dan mengelola The Mandalika di Lombok Tengah, NTB, dengan luas 1.175 hektare. The Mandalika memiliki 16 km garis pantai yang indah dan dikelilingi bukit-bukit yang hijau, serta merupakan satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas atau ‘Bali Baru’ yang ditetapkan Pemerintah.

Pada tahun 2017 The Mandalika telah resmi beroperasi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sejak itu telah menarik Real Estate Investment sebesar USD 1,3 Miliar. Saat ini, The Mandalika tengah dibangun sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, dengan berbagai fasilitas dan atraksi berstandar internasional, salah satunya Pertamina Mandalika International Circuit, yang menjadi tempat penyelenggaraan event balap motor dunia World Superbike dan MotoGP mulai 2021.

Selain itu, ITDC kembali mendapat penugasan yang ketiga oleh Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2021, untuk pembangunan dan pengembangan kawasan The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

ITDC merupakan bagian dari InJourney yang merupakan perusahaan holding pada ekosistem aviasi dan pariwisata sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021.

Penulis: Sello Jome

Erick Tohir Golo Mori Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Menteri BUMN
Previous ArticleKapasitas dan Pelayanan RSUD Ruteng Perlu Dibenah, Ombudsman Minta Bupati Buat Begini
Next Article FKIP Unika Ruteng Gelar Seminar Nasional Sambut Hari HAM Internasional

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.