Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»JPU Priksa Tiga Saksi dalam Sidang Perkara Marten Konay Cs
HUKUM DAN KEAMANAN

JPU Priksa Tiga Saksi dalam Sidang Perkara Marten Konay Cs

By Redaksi19 Februari 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sidang pemeriksaan saksi kasus pembunuhan dengan terdakwa Marten Konay, Cs di Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (19/2/2024) siang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Sebanyak tiga saksi Pandi Pandu, Afriana Bengu, Rince Dima Djoleria dihadirkan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang perkara Marten Konay Cs di Kantor Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (19/2/2024) siang.

Paniel Pandu, ketika menceritakan bahwa awalnya dia bersama Stevi Konay berada di Matani.

“Kurang lebih setengah menit kemudian saudara Stevi menerima telepon. Saya tanya siapa yang telepon dia bilang saudara Doni. Saya bersama saudara Stevi menuju ke depan Unkris,” katanya.

Dia mengatakan, sesaat sebelum kejadian penyerangan, dirinya mengajak beberapa orang untuk bertemu mereka.

“Saat kami mau duduk, saudara pengacara Paul Bethan tanya saya. Lalu saudara Paul Bethan menyuruh beberapa orang untuk merekam. Saya di tanya oleh Paul Bethan bukti apa yang  saudara bawa. Pertengakaran antara saudara Stevi dan Paul Bethan kemudian terjadi,” katanya.

Saat itu, JPU dan Salah satu Majelis Hakim sempat bertanya soal SHM lahan yang bersengketa namun Paniel tidak mengetahuinya.

Demikian pula dengan saksi lain, Rince Dima.

Rince merupakan pemilik Kios sembako di dekat lokasi kejadian.

Menurut Rince, dirinya sudah berjualan di sana sudah selama tiga tahun.

Sebelum kejadian, pada Tanggal 15 November 2023 dirinya sempat mengaku meberima surat somasi.

Sebagai informasi, sejumlah keluarga dan aliansi terlihat memenuhi Kantor PN Negeri Kupang. Mereka masih melakukan aksi unjuk rasa untuk meminta keadilan bagi Alamhrum Roy Bole.

JPU menyebut sudah menjadwalkan akan memeriksa Paul Bethan sebagai kuasa hukum keluarga korban.

Terpisah , Ketua Penghubung KY NTT Hendrikus Ara Lamaliran memastikan pihaknya ikut memonitor jalannya sidang.

“Tadi tim ikut ade. Saya baru tiba di Bandung,” kata dia singkat.

Penulis: Ronis Natom

Kota Kupang Marten Konay PN Kupang
Previous ArticleEmosi Cerdas Bangun Remaja Berkualitas
Next Article Kornelis Dola Disambut Hangat Masyarakat Desa Bangka Kenda

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.