Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Bisa Kurangi Angka Human Trafficking di NTT
Human Trafficking NTT

Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Bisa Kurangi Angka Human Trafficking di NTT

By Redaksi2 Mei 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta foto bersama usai mengikuti kegiatan Golkar Academy di Kantor DPD I Partai Golkar NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Upaya peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan sektor pangan dan lapangan pekerjaan setidaknya bisa mengurangi angka human trafficking atau perdagangan orang di Provinsi NTT.

Hal itu disampaikan Willy Soeharly saat menyampaikan materi di kegiatan Golkar Academy yang digelar di Kantor Partai Golkar NTT, Rabu (1/5/2024).

Ketua DPD Prima NTT itu menyatakan, permasalahan serius terkait isu kesehatan dan ketenagakerjaan di NTT yaitu perdagangan manusia atau human trafficking.

Menurutnya,  latar belakang dominan terjadinya human trafficking yaitu kemiskinan dan pendidikan.

“Kemudian semakin meningkat karena adanya migrasi illegal,” ujarnya.

Data statistik, papar Willy, menunjukkan bahwa selama periode 2015 hingga pertengahan 2016, tercatat 1.667 kasus tenaga kerja Wanita (TKW) menjadi korban human trafficking di
Provinsi NTT.

“Selama periode tersebut, NTT telah mencatat lebih dari 200 kasus perdagangan manusia,” jelasnya

Data tersebut, kata dia, mencakup berbagai jenis eksploitasi termasuk eksploitasi seksual, kerja paksa, dan perdagangan organ tubuh.

“Korban dari kasus ini yaitu anak-anak, perempuan, dan laki-laki,” imbuhnya.

Dikatakan Willy, dalam upaya pencegahan human trafficking, terdapat beberapa tantangan, di antaranya angka angkatan kerja yang besar (menurut BPS sekitar 64,24% tahun 2020), tenaga kerja non-skill (menurut BPS sekitar 61,78% tahun 2021), pekerja migran NTT (menurut Kemnasker sekitar  44.173 tahun 2020), lapangan kerja terbatas (menurut BPS sekitar 3,77% pengangguran tahun  2021), dan PAD yang rendah (menurut Kementerian Keuangan sekitar 12,91 juta rupiah per kapita NTT tahun 2020).

“Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan simultan antara SDM dan pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah yang dapat menyerap tenaga kerja secara luas,” ungkap Willy.

Willy mengatakan, strategi yang konkret dan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di NTT yaitu hilirisasi.

Hilirisasi adalah proses untuk meningkatkan nilai tambah sebuah komoditas yang dimiliki.

Willy memaparkan bahwa empat sektor unggulan di NTT yang harus dimaksimalkan potensinya yaitu sektor pangan,  sektor energi, sektor kemaritiman dan kelautan, sektor parawisata dan industri.

Implementasi hilirisasi multi-sektoral di NTT akan memberikan berbagai manfaat luas bagi peningkatan nilai  tambah produk lokal, penciptaan lapangan kerja baru, diversifikasi ekonomi, dan peningkatan pendapatan masyarakat sehingga provinsi NTT dapat meraih kemajuan yang signifikan menuju  masyarakat yang adil dan makmur.

Penulis: Ronis Natom

Golkar Golkar Academy Human Trafficking
Previous ArticleDPRD Apresiasi Pemkab Manggarai Barat Usai Raih Opini WTP
Next Article Bank Mandiri Catat Realisasi Kredit Kuartal I 2024 Tembus Rp1.435 Triliun

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Anggota DPR Minta Pemerintah Evaluasi Batas 30 Persen Belanja Pegawai dalam APBD

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.