Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proklamasi Kini Dimaknai sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Masalah Sosial
Regional NTT

Proklamasi Kini Dimaknai sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Masalah Sosial

By Redaksi20 Agustus 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
dr. Christian Widodo bersama anak-anak muda di Paroki Naikoten Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Proklamasi Kemerdekaan yang kembali dikumandangkan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) bukan lagi dimaknai sebagai bentuk melawan penjajahan.

Menurut bakal calon wali kota Kupang dr. Christian Widodo, perjuangan saat ini berbeda dengan perjuangan di masa penjajahan oleh pahlawan.

“Perjuangan kita saat ini adalah perjuangan melawan stunting, kemiskinan, kesetaraan gender dan masalah kemanusiaan dan sosial lainnya,” ujar Christian saat memberi sambutan pada pembukaan turnamen futsal dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-79 RI tingkat Kelurahan Naikoten Dua, Senin (19/8/2024) di halaman Paroki St Yoseph Naikoten Dua Kupang.

Ia mengajak kaum muda Naikoten Dua untuk memaknai hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia sebagai momentum untuk merefleksikan dan membangkitkan kembali semangat juang kaum muda.

Christian mengungkapkan bahwa pertandingan atau perlombaan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI bukan soal siapa yang akan mendapatkan tropi, medali atau piala, tetapi soal kebersamaan.

“Silahturahmi menjadi hal yang penting bagi kita kaum muda dalam menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.

Sebagai anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Kupang, Christian Widodo menyatakan kegembiraannya dengan adanya banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh kaum muda seperti memeriahkan HUT RI dan kegiatan lainnya.

“Dengan kegiatan berupa lomba atau pertandingan bisa menjadi ajang untuk mencari bibit unggul yang bisa mengharumkan nama Kota Kupang, bahkan Provinsi NTT maupun nama Indonesia di tingkat internasional,” harapnya.

Sebagai anak muda Kota Kupang yang akan maju bertarung dalam perhelatan pemilihan wali kota Kupang pada 27 November 2024 mendatang, dirinya mengharapkan agar kegiatan seperti lomba-lomba tetap konsisten dilaksanakan.

“Kita jangan hanya komitmen di awal tetapi lupa dengan konsistensi, karena sikap konsisten sangat penting.”

“Tanpa komitmen kita tidak bisa memulai sesuatu pekerjaan. Tetapi tanpa konsistensi kita tidak bisa mengakhiri suatu pekerjaan,” pungkasnya.

Penulis: Ronis Natom

Christian Widodo HUT ke-79 RI Kota Kupang
Previous ArticleCarles Jupa Hadiri Acara Tatap Muka Paket Simplisius – Gonzalo di Desa Aeramo
Next Article Kasimirus Dhoy Kembali Jadi Kepala Bapelitbangda Nagekeo, Pencopotannya Dinilai Cacat Prosedur

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.