Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Nifron Henuk Bantah Bagi Beras untuk Paket Melki-Johni di Soe
Pilkada

Nifron Henuk Bantah Bagi Beras untuk Paket Melki-Johni di Soe

By Redaksi9 November 20244 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Nifron Henukh pose di depan tumpukan beras miliknya (Foto: Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Nifron Henukh, warga Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) membantah telah membagikan beras untuk menggaet dukungan warga kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma (Melki-Johni).

Sebelumnya, heboh tudingan kepada Nifron Henukh soal dugaan membagikan beras tersebut.

Foto-foto beras di kediaman Nifron dan baliho Paslon Melki-Johni ramai dibagikan di Grup Facebook Vecky Lerik Bebas Bicara.

Tidak hanya itu, rumah Nifron juga didatangi oleh sejumlah Panwascam di SoE.

Nifron sendiri membantah tudingan sepihak bahwa ia melakukan pelanggaran pemilu.

Ia mengaku sangat dirugikan dengan ulah oknum Panwascam Kota Soe, karena menudingnya melakukan kejahatan pemilu.

Kepada sejumlah media, Jumat, 8 November 2024, Nifron mengungkapkan sekitar pukul 13.13 Wita, ia didatangi sejumlah orang yang diketahui sebagai ketua dan anggota Panwas Kecamatan Kota Soe.

Menurut Panwascam, kata dia, ada laporan masuk ke Bawaslu TTS bahwa rumahnya menjadi tempat penimbunan beras.

Beras itu dituduhkan milik Johni Asadoma yang akan dibagikan kepada masyarakat untuk kepentingan pemilu.

“Padahal beras SPHP itu adalah beras milik saya, yang saya beli secara resmi di Bulog dengan uang saya karena memang saya pedagang. Kios saya ada dua di Pasar Impres Soe,” ungkap Nifron.

Ia menambahkan, salah satu di antara okum Panwascam itu mengaku sebagai Ketua Panwascam Kota Soe.

Oknum itu mengatakan bahwa ada laporan masuk ke Panwascam sehingga datang mengecek kebenaran.

“Saya mempersilakan mereka untuk masuk ke rumah saya dan foto-foto beras milik saya. Dan memang ada APK Paket Melki-Johni di dalam, karena saya pendukung Melki-Johni karena program kerjanya dan karya-karya nyata yang sudah dilakukan untuk masyarakat NTT khususnya kami di TTS,” katanya.

Kepada oknum Panwascam Kota Soe, ia menjelaskan tentang keberadaan beras miliknya.

Beras itu ia beli menggunakan uang pribadi. Ia membeli karena memang dirinya mitra resmi Bulog sudah bertahun-tahun lamanya.

“Saya beli beras dengan harga Bulog dan saya jual sesuai aturan harge eceran tertinggi. Saya punya kios di Pasar Impres Soe namanya Kios Eljanur. Itu beras jualan saya, terus bagaimana mungkin ada laporan sampai ke Panwascam bahwa ini beras milik Pak Johni Asadoma,” kata Nifron.

“Saya juga sampaikan ke para oknum Panwascam bahwa mereka menyebut bahwa ada satu orang yang sudah dapat satu karung beras dari saya. Saya desak mereka agar cari orang itu dan tanya dia, dan bawa dia ke saya dan saya mau tanya, kapan saya kasih dia beras, berapa kilo, dan jenis beras apa. Serta apa yang saya katakana ke dia saat saya kasih dia beras. Saya desak oknum Panwascam itu untuk perjelas informasi yang mereka sampaikan ke saya bahwa saya sudah bagi beras itu ke salah satu orang,” jelasnya.

Menurut dia, hal itu penting supaya tidak ada yang mengarang informasi dengan tujuan mendiskreditkan orang lain.

Nifron mengaku sangat paham soal regulasi dan aturan pemilu.

“Soal APK milik Melki-johni itu, saya jelaskan ke mereka bahwa sebelum ada kepastian, dan baru bisik-bisik awal bahwa ini dua orang jadi paket saja, saya sudah bekerja, sedang kerja, dan akan tetap bekerja untuk Melki-Johni. Saya ini pedagang beras, punya kios sembako dan menjadi mitra resmi Bulog di Soe sudah bertahun-tahun. Saya suka dan simpati dengan Melki-Johni dan keberadaan saya sebagai pedagang beras itu dua hal yang berbeda,” tegasnya.

Menurut dia, tudingan yang dialamatkan kepadanya itu merupakan fitnah tidak hanya padanya tetapi juga kepada Melki-Johni.

“Dan saya juga tidak pernah menyalurkan beras kepada siapapun juga secara gratis. Saya juga tidak pernah dikasih apa-apa oleh Melki-Johni. Bahkan saya sendiri yang ambil APK untuk didistribusikan ke masyarakat yang cinta dan dukung Melki-Johni,’ sebutnya.

Nifron merasa sangat dirugikan atas tudingan para oknum Panwascam Kota Soe.

“Sehingga, secara pribadi saya akan laporkan hal ini di Gakkumdu Kabupaten TTS. Terus terang saya sangat dirugikan, ini tidak bisa didiamkan,” ujarnya menegaskan.

Penulis: Ronis Natom

Johni Asadoma Melki Laka Lena Pilgub NTT Pilgub NTT 2024
Previous ArticleEdi Endi Sebut Polemik Lahan HPL Kini Sudah Ada Titik Terang
Next Article Pelari Asal Kenya Jadi Pemenang dalam Ajang IFG Labuan Bajo Marathon 2024

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Belanja Pegawai NTT Tembus 40 Persen, Gubernur dan Kepala Daerah Siap Lobi Tiga Kementerian

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.