Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Umbu Rudi Kabunang Kecam Keras Penembakan 5 WNI di Malaysia
Human Trafficking NTT

Umbu Rudi Kabunang Kecam Keras Penembakan 5 WNI di Malaysia

Umbu mendesak pemerintah Malaysia memberikan penjelasan transparan terkait kejadian tersebut.
By Redaksi1 Februari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPR RI, Umbu Rudi Kabunang (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT – Anggota DPR RI, Umbu Rudi Kabunang, mengecam keras insiden penembakan yang menewaskan satu dan melukai empat warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Insiden tersebut terjadi di perairan Tanjung Rhu, Selangor, pada 24 Januari 2025.

Umbu mendesak pemerintah Malaysia memberikan penjelasan transparan terkait kejadian tersebut.

“Pemerintah Malaysia didesak untuk segera memberi penjelasan terbuka tentang penembakan lima orang WNI oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM),” ujar Umbu Rudi dalam rapat badan legislasi (Baleg) mengenai revisi UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis, 30 Januari 2025.

Ia juga meminta pemerintah Indonesia untuk segera menindaklanjuti insiden ini guna melindungi harga diri bangsa dan hak-hak pekerja migran Indonesia.

Umbu Rudi, yang berasal dari Pulau Sumba, NTT, mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mafia Perdagangan Orang.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kematian sekitar 75 pekerja migran Indonesia (PMI) dalam 20 tahun terakhir, yang diduga dibunuh oleh aparat tanpa proses peradilan di Malaysia.

Umbu juga menekankan perlunya aturan yang mengikat antara negara pengirim dan penerima tenaga kerja.

Menurutnya, perbedaan kebijakan antara kedua negara sering kali membuat pekerja migran berada dalam posisi rentan, baik dari segi perlindungan hukum maupun jaminan sosial.

“Ketika kita berbicara mengenai tenaga kerja Indonesia yang menyumbang devisa yang besar bagi Indonesia, seharusnya kita tidak lagi mendengar pekerja Indonesia yang tidak dibayar gajinya, yang meninggal karena tidak memiliki biaya untuk berobat, dan cerita pilu lainnya,” ungkapnya.

Insiden penembakan ini bermula ketika kapal patroli Badan Penegakan Maritim Malaysia menembaki kapal yang diduga milik para PMI, setelah kapal patroli tersebut ditabrak empat kali.

Namun, pernyataan otoritas Malaysia ini dibantah oleh dua korban, HA dan MZ, yang berasal dari Riau.

Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha menjelaskan, kedua korban bersama WNI lainnya membantah tuduhan perlawanan dengan senjata tajam sebagaimana dinarasikan pihak Malaysia.

“Keduanya juga menjelaskan kronologis kejadian dan menyatakan tidak ada perlawanan dengan senjata tajam dari penumpang WNI terhadap aparat APMM,” kata Judha Nugraha kepada wartawan pada Rabu, 29 Januari 2025.

Penulis: Ronis Natom

DPR RI Human Trafficking Umbu Rudi Kabunang
Previous ArticleWagub NTT Johni Asadoma Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Oebelo
Next Article Mengulik Aksi Unjuk Rasa Adaksi Menuntut Pembayaran Tunjangan Kinerja: Pertautan antara Asa dan Fakta

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Anggota DPR Minta Pemerintah Evaluasi Batas 30 Persen Belanja Pegawai dalam APBD

2 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.