Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Praktisi Hukum Minta Kasus Dugaan Pemukulan TNI di Ruteng Dilaporkan ke Polisi Militer
HUKUM DAN KEAMANAN

Praktisi Hukum Minta Kasus Dugaan Pemukulan TNI di Ruteng Dilaporkan ke Polisi Militer

By Redaksi20 Februari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Siprianus Edi Hardum
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Praktisi hukum Siprianus Edi Hardum memberikan tanggapan mengenai kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) berinisial AT dari Kodim 1612/Manggarai terhadap dua warga di Ruteng pada Minggu, 16 Februari 2025 malam.

Edi menyatakan, kasus ini harus segera dilaporkan ke Polisi Militer, mengingat menurut Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI), anggota TNI yang terlibat tindak pidana wajib diperiksa dan diadili oleh Polisi Militer.

“Kasus ini harus segera ditangani oleh Polisi Militer, karena hukum yang berlaku mengatur demikian. TNI harus menyerahkan kasus semacam ini kepada polisi militer untuk diperiksa secara internal,” ujar Edi pada Kamis, 20 Februari 2025.

Praktisi hukum yang juga mengajar Ilmu Hukum Pidana di Fakultas Hukum Universitas Tama Jagakarsa Jakarta ini juga meminta agar Panglima Kodam Udayana segera memproses hukum para pelaku dengan sanksi yang sesuai.

“Jika terbukti bersalah, sanksinya bisa berupa pemecatan dan penahanan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Edi Hardum meminta agar pihak Polres Manggarai segera melimpahkan kasus ini ke Polisi Militer Angkatan Darat untuk penanganan lebih lanjut.

“TNI bukan untuk menyiksa atau menganiaya masyarakat, melainkan untuk pertahanan negara. Jika ada dugaan tindak pidana, TNI harus menyerahkan kasus itu kepada polisi, bukan mengambil tindakan sendiri,” katanya.

Edi menambahkan, tindakan oknum  tersebut sangat merugikan citra Panglima dan institusi TNI secara keseluruhan, bahkan mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia. [VoN]

Baca di sini sebelumnya: Diduga Aniaya Warga, Oknum TNI di Manggarai Dilaporkan ke Polisi

Edi Hardum Kodim 1612 Manggarai Manggarai
Previous ArticleGMNI Kupang: Melki-Johni Harus Fokus Atasi Isu Krusial untuk Wujudkan Kesejahteraan NTT
Next Article Gubernur NTT Ditantang Selesaikan Masalah Korupsi BUMD dalam 100 Hari Kerja

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026
Terkini

Serap Aspirasi Warga Papagarang, Hasanudin Minta Pemerintah Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

13 Agustus 2026

Pramuka Manggarai Barat Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan

13 Agustus 2026

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.