Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»DPRD Desak Kadis Pendidikan NTT Tuntaskan Persoalan Ijazah di SMKN 1 Borong
Pendidikan NTT

DPRD Desak Kadis Pendidikan NTT Tuntaskan Persoalan Ijazah di SMKN 1 Borong

By Redaksi26 Februari 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gedung SMKN 1 Borong (Foto: Dok. sekolah)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT – Anggota DPRD Manggarai Timur dari Fraksi Partai Golkar, Rikardus Presli meminta agar Kadis Pendidikan Provinsi NTT segera mengambil langkah tegas terkait persoalan ijazah yang belum ditandatangani Kepala SMKN 1 Borong.

“Terkait sikap Kepsek SMKN 1 Borong merupakan potret buram pendidikan di NTT,” ujar Rikardus kepada Voxntt.com, Rabu, 26 Februari 2025.

Menurutnya, kewenangan untuk mengurus SMK dan SMA adalah Pemerintah Provinsi.

Rikardus berharap Dinas Pendidikan Provinsi NTT mengambil langkah cepat dan tegas untuk mengatasi persoalan ini.

Ia menaruh perhatian bagi orangtua siswa yang ijazah anaknya masih ditelantarkan oleh Kepala SMKN Borong.

“Kepada seluruh orangtua murid saya sangat paham situasi kebatinan dari orangtua Murid. Mohon bersabar dan semoga kisruh ini segaera diatasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTT,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, siwa tamatan SMKN 1 Borong, Kabupaten Manggarai Timur tahun 2023 dan 2024 mengeluh karena ijazah mereka tidak mau ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Agustinus Galfan Daroly.

“Betul, ijazah saya belum ditandatangani oleh kepala sekolah,” ujar Liber Hasan, salah satu siswa kepada VoxNtt.com, Selasa, 25 Februari siang.

Jurusan TKRO yang tamat Tahun 2023/2024 itu mengaku tidak megetahui alasan kepala sekolah tidak mau menandantangani ijazahnya.

Padahal dia dan beberapa siswa lain sudah menghadap kepala sekolah baik di sekolah  maupun di rumahnya.

“Kami tidak tau alasan kenapa Pak Galvan tidak mau tanda tangan.  Kami sudah ke sekolah juga ke rumahnya tapi ditolak oleh Pak Galvan,” katanya kecewa.

Orangtua siswa lain, Theresia juga sesalkan sikap Kepala SMKN 1 Borong.

“Memang betul karena anak saya hari Kamis datang ke sekolah mau ambil ijazah belum bisa karena dari Kep Sekolahnya   belum TTD,” ujar Theresia.

Ia menyebut anaknya, Vinsensius Aris Setiawan Agut tidak bisa lanjut ke Perguruan Tinggi jika ijazahnya masih belum ditandatangani.

“Masa anak sudah satu tahun lulus kok sampai ijazah belum di terima. Ini kan sama saja menghambat cita-cita dari siswa  yang ingin lanjut meraih apa yang menjadi harapan dan keinginan untuk kuliah dan kerja,” tukasnya kecewa.

Ia menjelaskan, alasan Kepala SMKN 1 Borong untuk tidak tanda tangan ijazah tidak masuk akal, sebab semua administrasi anaknya di sekolah sudah selesaikan .

“Sampai kapan Kepsek bersikeras tidak mau menandatangani ijazah. Kita sudah membereskan administrasi apa yang menjadi aturan Sekolah. Kasihan juga siswa- Siswinya.”

“Hanya gara-gara ijazah semua jadi terbengkalai,” tandasnya.

Akibat ijazah yang belum ditandatangani itu, salah satu alumni yang tamat pada 2023, gagal ikut seleksi anggota Polri.

Diketahui, Galvan mengundurkan diri dari jabatan Kepala SMK Negeri 1 Borong pada September 2024.

Sebelum pengunduran dirinya, ia belum menandatangani ratusan ijazah siswa yang tamat pada 2023 dan 2024.

Sebelumnya, sejumlah guru SMK Negeri 1 Borong pada awal Februari 2025, mengatakan bahwa ada sekitar 200 ijazah yang belum ditandatangani oleh Agustinus Galvan Daroly, mantan kepala sekolah itu.

Galvan, kata mereka, jarang masuk sekolah setelah mengundurkan diri dari jabatannya pada 30 September 2024.

Kepala Dinas Pendidikan NTT, Ambros Kodo belum merespons permintaan wartawan untuk diwawancarai terkait persoalan ini.

Penulis: Ronis Natom

DPRD Matim Manggarai Timur Matim SMKN 1 Borong
Previous ArticleKejati NTT Sita Uang Rp108 Juta dalam Kasus Dugaan Korupsi Pembelian MTN Bank NTT
Next Article Bank NTT Jadi Sponsor Utama El Tari Memorial Cup 2025

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.