Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Hery Nabit Dikritik sebagai “Bupati Tukang Stempel” terkait Proyek Geotermal
Regional NTT

Hery Nabit Dikritik sebagai “Bupati Tukang Stempel” terkait Proyek Geotermal

By Redaksi6 Maret 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Manggarai, Heribertus G. L. Nabit (Foto: Facebook Prokopim Manggarai)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, mendapat kritik tajam dari warga Poco Leok setelah meneken SK proyek geotermal yang diklaim sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kritik tersebut muncul dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Pemuda Poco Leok di depan Kantor Bupati Manggarai pada Senin, 3 Maret 2025.

“Lalu alibinya apa? Ini proyek strategis nasional dan daerah tidak bisa apa-apa. Lalu berarti kau tidak ada gunanya! Kalau dia berdalih ini di bawah proyek strategis nasional itu berarti dia tukang stempel saja, sia-sia kita pilih dia,” tegas Tino, sapaan akrab Kristianus Jaret, ketika berorasi.

Menurut Tino, keputusan Bupati Nabit terkait proyek geotermal di Poco Leok harus ditentang karena merupakan ambisi pribadi yang dapat merusak masa depan para petani beserta anak cucu mereka.

Ia juga menilai Bupati Nabit sebagai pemimpin daerah yang tidak pandai belajar atau membaca, mengingat di berbagai daerah, bahkan di luar negeri, terdapat penolakan masif terhadap proyek geotermal karena potensi risiko terjadinya gempa bumi.

“Isu transisi energi adalah isu global. Oleh karena itu perlu kawan-kawan ketahui, perlu masyarakat Manggarai kuletahui, penolakan proyek geothermal bukan hanya di Poco Leok. Di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, seluruh Indonesia bahkan di luar negeri ditolak. Hanya karena Bupati kita tidak baca makanya membuat SK itu,” bebernya.

Lebih lanjut, Tino mengungkapkan, pengembangan proyek geotermal di Poco Leok merupakan tindakan Pemda Manggarai yang mengorbankan rakyat dan merusak ruang hidup mereka.

Oleh karena itu, ia mendesak Bupati Nabit untuk tidak bertindak sewenang-wenang dalam menetapkan lokasi pengembangan proyek geotermal di Poco Leok.

Sementara itu, Bupati Nabit meminta warga Poco Leok agar memahami posisi dirinya yang telah meneken SK proyek tersebut pada beberapa tahun lalu, saat periode pertama ia menjabat sebagai Bupati Manggarai.

Hal itu ia sampaikan merespons gugatan warga yang mendesak dirinya untuk segera mencabut kembali SK penetapan lokasi proyek geotherma di Poco Leok.

“Tolong pahami juga posisi saya dalam 2-3 tahun yang lalu.  Aturannya, Kepala-kepala daerah yang tidak menjalankan proyek strategis nasional, itu bisa diberhentikan,” ujar Bupati Nabit saat beraudiensi dengan massa aksi unjuk rasa di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai.

Penulis: Herry Mandela

Aliansi Pemuda Poco Leok Geotermal Poco Leok Hery Nabit Herybertus G.L. Nabit Poco Leok
Previous ArticleKepemimpinan Hati Nurani yang Berempati
Next Article Buntut Pidato Bupati, Rapat Paripurna DPRD Nagekeo Berakhir Ricuh

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026
Terkini

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.