Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Gubernur NTT Kagum dengan Pengolahan Rumput Laut PT Rote Karagian Nusantara
Ekbis

Gubernur NTT Kagum dengan Pengolahan Rumput Laut PT Rote Karagian Nusantara

By Redaksi13 Maret 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat mengunjungi PT Rote Karaginan Nusantara di Tablolong pada Kamis, 13 Maret 2025 (Foto: Ronis Natom/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap proses pengolahan rumput laut yang dilakukan oleh PT Rote Karagian Nusantara (RKN) di Tablolong, Kupang Barat.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur saat melakukan kunjungan langsung ke tempat pengolahan rumput laut pada Kamis, 13 Maret 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena didampingi oleh sejumlah kepala dinas, yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kepala Dinas Pertanian, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KKP) Provinsi NTT.

Mereka datang untuk melihat secara langsung bagaimana PT RKN mengolah rumput laut yang sudah menembus pasar dunia.

Direktur PT Rote Karagian Nusantara, Clarisa Lino menjelaskan, pihaknya telah merencanakan berbagai pengembangan terkait hasil olahan rumput laut.

“Mapping-nya sudah mulai jelas, dari petani rumput laut ke petani jagung. Kami bekerja dalam konsep agromaritim, saling membantu untuk memajukan NKRI, khususnya NTT,” kata Clarisa.

Clarisa juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang memberikan dukungan penuh bagi pengembangan usaha tersebut.

“Saya berterima kasih karena beliau (Gubernur) mendukung kami 100 persen untuk maju dan berkembang,” ujarnya.

PT RKN sendiri telah beroperasi sejak tahun 2017 dan berhasil memproduksi hingga 150 ton rumput laut per tahun.

Produk rumput laut mereka berasal dari berbagai daerah di NTT, seperti Rote, Sulamu, Pulau Kera, Flores, dan Alor.

Produk rumput laut yang dihasilkan oleh perusahaan ini diekspor ke berbagai negara di Amerika Latin, termasuk Chili, Argentina, dan Brazil.

Gubernur Melki menyatakan, Pemerintah Provinsi NTT akan berkolaborasi dengan PT RKN dan memastikan produk olahan rumput laut tersebut dapat masuk dalam program One Village One Product.

“Saya sangat senang karena kita di NTT memiliki produk rumput laut yang berkelas dunia. Hari ini saya sudah melihat langsung dan saya yakin ini adalah aset karena sudah berhasil menembus pasar dunia,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan bahwa PT RKN berencana untuk mengembangkan produk baru bernama “bay stimulan”, yang merupakan salah satu hasil hilirisasi rumput laut.

Produk ini berupa pupuk yang dapat meningkatkan nilai produktivitas pertanian tanpa menggunakan pestisida.

“Pupuk ini bisa meregenerasi tanah yang telah digunakan selama bertahun-tahun,” lanjut Gubernur.

Ke depan, produk bay stimulan ini akan diuji coba di beberapa daerah di NTT.

“Kepala Dinas Pertanian akan mengidentifikasi daerah-daerah di NTT yang cocok untuk uji coba pupuk ini. Semua produk yang masuk dalam program One Village One Product akan kita dorong untuk diproduksi di NTT,” jelas Gubernur Melki.

Gubernur juga menambahkan bahwa perusahaan ini harus semakin berkembang, dan keberhasilannya akan memberikan dampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT.

PT RKN sendiri telah memproduksi berbagai jenis olahan rumput laut, antara lain Alkali Treated Chips (ATC), Keripik yang diolah dengan Alkali (ATC), Semi Refined Carrageenan (SRC), Karaginan Setengah Refined (SRC), Blended Carrageenan, Karaginan Campuran, Seaweed Powder, Bubuk Rumput Laut, dan Raw Dried Seaweed.

Penulis: Ronis Natom

Gubernur NTT Melki Laka Lena Rumput Laut PT Rote Karagian Nusantara
Previous ArticlePON 2028 di NTT dan NTB Akan Dibagi Berdasarkan Cabang Olahraga
Next Article Kadis P dan K NTT Sebut Mantan Kepala SMKN 1 Borong sudah Diperiksa, Bakal Diberi Sanksi

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Belanja Pegawai NTT Tembus 40 Persen, Gubernur dan Kepala Daerah Siap Lobi Tiga Kementerian

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.