Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Nasib Buruh Proyek Pengadaan Air Minum di Desa Riti: Upah Tak Dibayar, Direktur Menghilang
Regional NTT

Nasib Buruh Proyek Pengadaan Air Minum di Desa Riti: Upah Tak Dibayar, Direktur Menghilang

By Redaksi18 Maret 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Buruh dan warga Desa Riti pose bersama Anton S Wangge usai reses di Desa Riti, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Jumat, 14 Maret 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT – Nasib pilu menimpa para buruh yang bekerja pada proyek pengadaan air minum di Desa Riti, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Proyek yang bernilai Rp1,1 miliar itu telah selesai dikerjakan pada tahun 2021, namun hingga kini, upah kerja mereka belum dibayar.

Yang lebih tragis, Direktur CV Evarta, Eman Towa, malah menghilang tanpa jejak, meninggalkan buruh tanpa kepastian.

Kepala Tukang proyek, Ambrosius Embu, menyampaikan keluhannya dengan suara serak saat dialog dengan Anggota DPRD Nagekeo, Anton Sukadame Wangge, dalam sesi reses di Desa Riti, Rabu, 12 Maret 2025.

Ambrosius menegaskan, tidak ada kendala selama pengerjaan proyek. Ia dan rekan-rekannya telah bekerja keras menyelesaikan seluruh tugas mereka.

Namun, setelah pekerjaan selesai, Eman Towa justru menghilang dan tidak memenuhi hak-hak buruhnya.

“Dia tinggalkan molen (concrete mixer), tapi yang kami butuhkan adalah upah kerja kami,” kata Ambrosius, menahan kesedihan.

Merasa tertipu, para buruh melalui Ketua BPD Desa Riti, Anton Jade, sudah berulang kali mencoba menemui Eman Towa di rumahnya yang terletak di Danga, Kota Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, dan Eman Towa terus menghindar.

Setelah hampir empat tahun berlalu, keluhan buruh kembali terungkap saat mereka bertemu dengan Anton Sukadame Wangge. Ambrosius dengan suara bergetar meminta bantuan,

“Bapak, mohon bantu kami. Upah kami sebesar R30 juta belum dibayar.”

Bagi mereka yang tinggal di pedalaman dan menggantungkan hidup dari kerja kasar, upah tersebut sangat berarti.

Pada Sabtu, 15 Maret 2025, ketika wartawan VoxNtt.com mencoba menghubungi Eman Towa melalui WhatsApp, jawaban yang diberikan sangat mengejutkan.

Eman dengan enteng mengklaim siap menghadapi ancaman dari para buruh dengan cara apa pun dan bahkan mempersilakan mereka untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

Setelah itu, komunikasi dengan Eman Towa terputus, dan semua jalur komunikasi sebelumnya menjadi tidak dapat dihubungi.

Kasus ini telah dilaporkan kepada Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Leonardo Marpaung, untuk segera ditindaklanjuti.

Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian. Para buruh hanya berharap agar hak mereka segera dipenuhi dan mereka dapat memperoleh upah yang sudah tertunda hampir empat tahun lamanya.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Anton S. Wangge Anton Sukadame Wangge DPRD Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleWarga Oetete Titip Pengaturan Parkir, Lampu Jalan hingga Masalah Sampah ke DPRD NTT
Next Article THL di Manggarai Terancam Dirumahkan, Kebijakan BKN Berpotensi Mengguncang Stabilitas Kerja

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.