Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»GPM di Nangaroro: Warga Berebut Sembako Murah, Pedagang Beras Geram
NTT NEWS

GPM di Nangaroro: Warga Berebut Sembako Murah, Pedagang Beras Geram

By Redaksi20 Maret 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Polce Koda (29) berdiri di depan dagangan berasnya yang sepi pembeli di Pasar Nangaroro saat Dinas Pangan Daerah melakukan Gerakan Pangan murah, Kamis, 20 Maret 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, ratusan warga Kecamatan Nangaroro memadati podium Pasar Nangaroro pada Kamis, 20 Maret 2025, untuk mendapatkan sembako murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo.

Kerumunan warga yang antusias ini terlihat berebut berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan bahan pokok lainnya dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Warga cukup membawa KTP Nagekeo untuk bisa membeli sembako dengan harga yang sudah disubsidi oleh pemerintah.

Sekretaris Dinas Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo, Ignasius Sengsara menjelaskan, kegiatan pasar murah ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Gerakan pangan murah ini tidak hanya membantu masyarakat kurang mampu, tetapi juga menahan lonjakan harga bahan pokok akibat kelangkaan atau spekulasi pasar, terutama menjelang Idul Fitri,” ungkap Ignasius.

Dalam kegiatan ini, Perum Bulog berperan sebagai distributor utama yang memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah daripada harga di pasaran.

Namun, di balik tingginya antusiasme warga, kegiatan ini memunculkan keluhan dari pedagang beras lokal.

Salah satunya adalah Polce Koda (29), pedagang asal Wolokune, Desa Natatoto, yang mengungkapkan kekecewaannya.

Pengunjung Pasar Nangaroro berjubel untuk mendapatkan beras murah di Pasar Nangaroro, Kamis, 20 Maret 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)

Polce mengaku dagangannya sepi pembeli, meski berusaha menjual beras jenis Impari GT seharga Rp 14 ribu per kilogram.

Sementara itu, di gerai GPM, beras kualitas medium dijual dengan harga hanya Rp 11,5 ribu per kilogram.

“Sejak pagi, beras saya hanya laku terjual 10 kilogram saja. Meskipun harga saya cuma beda Rp 2.500, tapi warga lebih memilih membeli di gerai pasar murah,” ujar Polce dengan nada kecewa.

Beberapa pedagang lain juga menyatakan kekecewaannya. Salah satunya, seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, sempat melontarkan kekesalan terhadap kebijakan pasar murah.

“Pemerintah harus mengerti kami pedagang kecil ini. Gerakan pasar murah ini bikin masyarakat tidak beli beras kami,” keluh pedagang tersebut.

Meskipun demikian, kegiatan Gerakan Pangan Murah ini tetap mendapat dukungan luas dari masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang perayaan Idul Fitri.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Kabupaten Nagekeo Nagekeo Pasar Nangaroro
Previous ArticleBPOM RI Siap Dukung Program Satu Desa Satu Produk Gubernur NTT
Next Article Galang Koin Perbaik Pagar Kantor Bupati Manggarai, Cara Warga Poco Leok Lawan Kekuasaan Pemerintah

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.