Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Padma Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan terhadap Guru Perempuan di Papua
HEADLINE

Padma Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan terhadap Guru Perempuan di Papua

By Redaksi24 Maret 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Padma Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan terhadap Guru Perempuan di Papua
Aparat gabungan TNI-Polri, saat melakukan evakuasi terhadap salah satu guru yang meninggal dunia pasca penyerangan dari KKB di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (23/3/2025).(KOMPAS.COM/Dok Operasi Gabungan TNI-Polri)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia menyerukan penghentian kekerasan terhadap guru perempuan asal Nusa Tenggara Timur yang bertugas di Papua.

Sebelumnya, anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerang beberapa guru dan tenaga kesehatan asal NTT di Kampung Anggruk, Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Jumat, 21 Maret 2025 lalu.

Akibat dari serangan segerombolan anggota OPM tersebut menyebabkan satu orang guru perempuan meninggal. Dia adalah Rosalia Rerek Sogen, 29 tahun, asal Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

“Kematian tragis Ina Rosalia Rerek Sogen asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur merupakan tindakan kekerasan keji di bumi Cendrawasih dan wajib dikutuk keras karena dilakukan terhadap perempuan,” ujar Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa, dalam keterangannya, Senin, 24 Maret 2025.

Di balik peristiwa nahas itu, menurut Gabriel, tidak saja menewaskan Ina tetapi melecehkan harkat dan martabat perempuan.

Sebab itu, ia mendesak Dewan HAM PBB untuk melakukan pemantau sekaligus menindak tegas pelaku kejahatan dan kekerasan terhadap perempuan dan masyarakat sipil di Papua.

“Saya mengingatkan keras kepada OPM dan TNI/Polri untuk tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta masyarakat sipil, karena itu bukti kuat pelanggaran HAM berat,” ujar Gabriel.

Selain itu, Gabriel mendesak Bupati Kabupaten Yahukimo untuk mengantar jenazah Ina, pahlawan kemanusiaan kembali ke Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

“Ina bale nagi iko Samana Santa di Kota Reinha Larantuka. RIP Ina bahagia abadi di rumah Tuan Deo dan Tuan Ma,” kata Gabriel.

Serangan pasukan OPM juga mengakibatkan tiga orang luka berat yakni Fidelis de Lena, 32 tahun, dan Kosmas Paga, 29 tahu, keduanya berpofesi sebagai guru, dan Irmawati Nenobahan, 26 tahun, yang berprofesi sebagai tenaga kesehaan.

Sedangkan tiga guru lainnya menderita luka ringan yakni Vantiana Kambu, 32 tahun, Dionisa Taroci More, 27 tahun, dan Penus Lepi, 33 tahun. [VoN]

Gabriel Goa OPM Organisasi Papua Merdeka Padma PADMA Indonesia
Previous ArticleHujan dan Angin Kencang Terjang Kecamatan Reok, 11 Rumah Rusak
Next Article Gubernur NTT Kutuk Aksi Keji KKB di Papua yang Tewaskan Guru Asal NTT

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.