Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Basel, Geotermal dan Surat Gembala Prapaskah
Gagasan

Basel, Geotermal dan Surat Gembala Prapaskah

By Redaksi1 April 20255 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Stefanus Wolo Itu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

(Bagian Pertama)

Oleh: Stefanus Wolo Itu
Misionaris di Keuskupan Basel, Swiss.
Asal Wolorowa, Mataloko, Bajawa, Ngada.

Hari Sabtu 29 Maret lalu saya pergi ke Basel. Jarak Eiken-Basel 30 kilometer. Jarak ini ditempuh dalam waktu 30 menit dengan kereta. Sejak 10 tahun lalu, saya sering ke sana. Ja, untuk berbagai keperluan. Berbelanja. Bertemu dan jemput tamu. Juga menikmati keindahan obyek wisata kota Basel.

Kota Basel terletak di perbatasan ketiga negara: Jerman, Perancis dan Swiss. Sering disebut sebagai Dreiländereck atau titik perbatasan tiga negara.

Ada hal menarik lain tapi sering membingungkan. Bandara Internasional Basel berada di tanah Perancis. Ada dua jalur pada pintu keluar bandara.

Sebelah kiri untuk warga Perancis. Sebelah kanan untuk warga Swiss atau mereka yang hendak ke Jerman. Perlu berhati hati agar tidak salah masuk negara lain.

Sementara stasiun kereta api Jerman, Basel Bad Bahnhof berada di tanah Swiss. Saya tidak tahu bagaimana ketiga negara ini mengatur sistem transportasi dan pembagian hasil keuangan. Yang pasti diatur dengan bijaksana. Sama-sama memperoleh keuntungan.

Saya juga sering pesiar ke Dreiländerbrücke atau jembatan penghubung tiga negara. Jembatan berukuran 248 kali 12 meter ini menghubungkan Swiss dengan Jerman dan Perancis sekaligus. Jerman berada di sebelah kanan dan Perancis di sebelah kiri. Keren.

Satu kesukaan lain saya adalah mengunjungi museum. Basel terkenal sebagai kota museum. Hampir 40 museum. Fantastis.

Di sana tersimpan karya seni, sejarah dan budaya dari pelbagai belahan dunia. Museum pertama yang saya kunjungi adalah kultur museum atau museum budaya Basel.

Letaknya tidak jauh dari Munster Basel, Katedral Katolik sebelum pecah reformasi. Kunjungan itu terjadi pada bulan Nopember 2016.

Prof. Dr. Wilemijn De Jong, Guru Besar Emiritus Anthropologi Budaya Universitas Zürich mengundang saya ke sana. Beliau adalah seorang pencinta dan peneliti budaya Lio Flores.

Kami menyaksikan pameran hasil tenun ikat Nggela-Ende Lio. Pameran ini berlangsung mulai awal Oktober 2016 hingga akhir Maret 2017.

Hari Sabtu kemarin saya mengunjungi khusus Kleinhüningen. Mengapa Kleinhüningen? Ada apa di sana? Saya mengunjungi bekas proyek Geotermal Kleinhüningen.

Saya coba melihat bekas-bekas bangunan. Tak lupa membaca tulisan-tulisan tentang proyek ini. Proses pengeboran dimulai tahun 2001 dengan kedalaman 2755 meter. Pengeboran berlanjut lagi tahun 2006 dan mencapai kedalaman 5000 meter.

Sejak awal pengeboran sering terjadi gempa mikro di sekitarnya. Mulai dari 1,9 skala Richter hingga 2,9 skala Richter. Gempa terbesar berkekuatan 3,4 skala Richter terjadi pada tanggal 8 Desember 2006.

“Gempa bumi biasanya hanya dirasakan oleh manusia pada skala 2,5 skala Richter atau lebih. Meski demikian getaran mini merupakan tanda peringatan. Ada kemungkinan terjadinya gempa bumi yang lebih besar,” kata Profesor Seismologi dan direktur layanan Seismologi Swiss, Stefan Wiemer.

Ini pendapat ahli gempa. Mereka menyampaikan hasil analisis risiko kepada pemerintah kota Basel. Pemerintah mendengar masukan dan analisis ahli.

“Die Erkenntnisse der Risikoanalyse sind klar und unmissverständlich. Artinya temuan analisis risiko ini jelas dan tidak ambigu,” kata Christoph Brutschin, kepala Departemen Ekonomi, sosial dan lingkungan hidup kota Basel.

“Das Deep Heat Mining-Geothermieprojekt in Basel  wird nicht weitergeführt. Dies beschloss der Basler Regierungsrat nun auf Grundlage der abgeschlossenen Risikoanalyse. Artinya proyek panas bumi “Deep Heat Mining” di Basel tidak akan dilanjutkan. Putusan ini diambil berdasarkan hasil analisis risiko,” lanjut Christoph Brutschin.

Saya kira kita di Flores hingga Lembata atau NTT perlu belajar dari proyek Geotermal Kleinhüningen Basel. Swiss ini negara moderen yang berada di tengah benua Eropa. Mereka kaya dan memiliki banyak uang. Tapi uang tidak mengatur pembangunan sesuka hati.

Mereka mempunyai alat-alat canggih dan keahlian mengeksplorasi dan mengeksploitasi perut bumi. Mereka mendengar analisis risiko bencana dari ahli gempa dan memutuskan STOP.

Para ahli Swiss bebas dari kooptasi politik serta kerakusan akan uang dan harta. Sebuah suasana yang sangat berbeda dengan para ahli kita. Gelar muka belakang tapi sering tak bisa berpikir dan bersikap kritis. Tampilan lemah lunglai dihadapan penguasa dan pengusaha.

Tanggal 13 Maret lalu para Uskup regio Ende (enam Uskup) menulis surat gembala prapaskah bersama. Bagi saya ini surat cinta.

Sebagai surat cinta, esensinya tentu jauh dari menebar kebencian dan upaya memusuhi siapapun. Mereka mengingatkan umatnya, pemerintah, wakil rakyat, korporasi, investor geotermal agar bijaksana mengelola isi perut bumi ini. Khususnya perut bumi Flores hingga Lembata atau NTT umumnya. Tidak semua potensi bisa menjadi berkat!

Saya sendiri tidak banyak paham tentang ekonomi. Tapi secara kasat mata, saya tahu bahwa perekonomian bangsa kita sedang tidak baik-baik saja. Salah satu indikasinya adalah semakin terpuruknya nilai rupiah.

Lebih ekstrem dari saat reformasi 1998. Dalam beberapa minggu terakhir ini nilai tukar Franken Swiss ke Rupiah berkisar antara Rp18.313 – Rp18.854. Nilai tukar Euro ke Rupiah berkisar antara Rp17.258 – 18.031. Nilai tukar US Dollar Rp16.295 – Rp16.595.

Kita doakan semoga perekonomian kita membaik. Uang negara  dikelola secara baik. Semakin serius upaya pemberantasan korupsi.

Korupsi terjadi karena kita membiarkan diri dikuasai oleh uang. Saya ingat tulisan pada salah satu pojok bank Swiss.

“Jangan biarkan uang menguasai hidupmu. Sebaliknya kuasailah uangmu agar dapat menjalani hidup sesuai dengan nilai dan tujuanmu!”

Bersambung!

Kirchgasse 4, 5074 Eiken
Senin malam, 31 Maret 2025

Geotermal Kleinhüningen Basel Stefanus Wolo Itu
Previous ArticlePendidikan Nilai Berbasis Neurosciences
Next Article Liburan yang Bermakna

Related Posts

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.