Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Liburan yang Bermakna
Sastra

Liburan yang Bermakna

By Redaksi1 April 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kristina Leri
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Liburan yang Bermakna

Mentari bersinar di ufuk pagi,
kugapai hari dengan semangat tinggi.
Di kebun kemiri, kuhapus semak,
tiga hari berlalu tiada lelah.

Hari berikutnya, sawah menanti,
kumenjaga padi milik ibu sendiri.
Saat jadwal kosong, kuisi berfaedah,
menanam kacang di pematang sawah.

Tak lupa porang kugali tekun,
tanah menyimpan asa yang beruntun.
Setiap benih kutanam rapi,
agar panen kelak membawa rezeki.

Di hari lebaran, kuberi jeda,
doa kupanjat dalam sukacita.
HP berbunyi mengucap salam,
kepada dosen, sahabat dalam genggam.

PPG Daljab, S1 Undana, sahabat SMA,
kuteruskan pesan bahagia.
YouTube dan TikTok kubuka perlahan,
menyaksikan syukur Idulfitri nan indah.

Bulan berganti, April menjelang,
kembali ke sawah menjaga padi sayang.
Nangka dan salak di kebun kutanam,
agar subur, tumbuh berkecambah.

Setiap hari, aku bekerja,
menyulam hidup dengan makna.
Liburan ini sungguh berharga,
keringat dan doa menyatu sempurna.

Tak hanya bekerja, kubangun mimpi,
di ladang, di sawah, penuh harmoni.
Setiap tetes keringat yang jatuh ke tanah,
adalah harapan yang tumbuh indah.

Di antara rerumputan hijau membentang,
kudengar nyanyian angin yang tenang.
Burung berkicau menyapa pagi,
menyambut langkah penuh energi.

Saat senja merona di ujung cakrawala,
kulepas lelah dengan doa dan asa.
Sujud syukur atas nikmat Sang Ilahi,
memberi hidup arti sejati.

Bukan sekadar liburan berlalu,
tapi kisah tentang kerja dan rindu.
Mengenang saat-saat penuh warna,
dengan semangat yang tak pernah sirna.

Hari demi hari terus berganti,
kutempa diri dengan tekad abadi.
Liburan ini, meski penuh kerja,
adalah anugerah yang tiada dua.
…… ……

Oleh: Kristina Leri, S. Pd., Gr
Tamatan S1: UNWIRA KUPANG (2013) 
Tamatan Profesi: Universitas Jember (2023) 

Kristina Leri
Previous ArticleBasel, Geotermal dan Surat Gembala Prapaskah
Next Article Kerusakan Otak Pemimpin Belum Sempurna seperti Tikus Tanpa Kepala

Related Posts

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kerendahan Hati dan Persaudaraan dalam Pilkades Loce

12 Juni 2026

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.