Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»BPBD Nagekeo Dinilai Abai terhadap Bencana di Nangaroro
Regional NTT

BPBD Nagekeo Dinilai Abai terhadap Bencana di Nangaroro

By Redaksi7 April 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi Jalan menuju RT Kopodako dan Wilayah lain di Kecamatan Nangaroro yang terputus sejak diterjang banjir tahun 2022 - 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nagekeo diminta serius melakukan penanganan bencana di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Pasalnya, hingga saat ini, akses jalan menuju RT 13 Kopodako dan wilayah Desa Odo Ute, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, masih terputus akibat banjir bandang yang terjadi secara berturut-turut sejak tahun 2022 hingga 2025.

Banjir bandang yang melanda selama tiga tahun terakhir menyebabkan badan jalan di sepanjang bantaran Kali Iru Eti hingga Jembatan Nangaroro amblas dan tak bisa lagi dilalui kendaraan.

Topografi wilayah yang berupa perbukitan curam semakin memperparah kondisi tersebut. Di sisi barat, banjir juga menggerus tanah hingga mengurangi area permukiman warga di Kampung Kodi Dewa, RT 14, Kelurahan Nangaroro.

Ketua RT 13 Kopodako, Yan Blasius Djema (32), kepada VoxNtt.com mengungkapkan bahwa dirinya bersama pihak Kelurahan Nangaroro telah empat kali melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo.

Meski tim BPBD pernah turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi awal, hingga kini belum ada satu pun tindakan nyata yang dilakukan.

“Kami sudah lapor berulang kali, tapi tak ada kelanjutannya. BPBD hanya datang lihat-lihat, habis itu hilang kabar,” kata Yan Djema.

Kepala BPBD Nagekeo, Agustinus Pone, hingga saat ini tidak merespon upaya konfirmasi awak media terkait tanggapannya atas permintaan penanganan bencana tersebut.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Marselinus Minggu (59), menilai bencana ini merupakan dampak dari eksploitasi Sungai Iru Eti sejak tahun 2010 oleh PT Conbloc Infrategno yang mengambil material batu dan pasir menggunakan alat berat untuk proyek jalan Nangaroro–Aegela.

“Dari dulu, ini Kali (sungai) aman – aman saja. Tapi sejak ada pengambilan material besar-besaran, tiap banjir pasti longsor. Puncaknya ya sejak 2022 sampai sekarang,” ujar Marselinus.

Lurah Nangaroro, Yosep Mosa menyatakan pihaknya akan kembali membangun koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna membahas langkah penanganan bencana tanah longsor ini bersama BPBD.

“Karena jalan ini sangat vital. Warga dari Kopodako, Desa Odo Ute, sampai Fataleke harus memutar jauh lewat jalur Trans Flores Aegela–Nangaroro untuk ke pusat kecamatan maupun ke Puskesmas,” jelas Yosep.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Bpbd nagekeo Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleTerduga Pelaku Penganiayaan Pelajar di Labuan Bajo Ditangkap Polisi
Next Article Gubernur NTT Apresiasi Dapur Makan Bergizi Gratis Yayasan Ronita Peduli Sosial di Sumba Barat Daya

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.