Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gubernur NTT Buka FGD “United for NTT Against Rabies”, Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Edukasi
NTT NEWS

Gubernur NTT Buka FGD “United for NTT Against Rabies”, Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Edukasi

By Redaksi17 Mei 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena,  saat membuka Forum Group Discussion (FGD) bertema “United For NTT Against Rabies Through Animal Welfare” yang berlangsung di Ruang Timor, Hotel Harper Kupang, Kamis, 15 Mei 2025 (Foto: Bob Djehatu/ Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka Forum Group Discussion (FGD) bertema “United For NTT Against Rabies Through Animal Welfare” yang berlangsung di Ruang Timor, Hotel Harper Kupang, Kamis, 15 Mei 2025.

Acara ini diinisiasi oleh JAAN Domestic Indonesia Foundation dengan dukungan dari Human World for Animals. FGD ini juga melibatkan kolaborasi dari Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan Provinsi NTT, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana, serta Natha Satwa Nusantara (NSN).

Diskusi ini bertujuan untuk memperkenalkan program pengendalian rabies berbasis kesejahteraan hewan, serta mendorong edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya peran aktif warga dalam mengatasi penyebaran rabies.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani kasus rabies di wilayah NTT.

“Kita perlu bergerak bersama dengan langkah cepat, serius, tepat, dan kolaboratif. Pengawasan lalu lintas hewan antar-wilayah harus diperketat. Hewan penular rabies harus dikendalikan pergerakannya, termasuk dikandangkan. Selain itu, vaksinasi massal juga penting dengan melibatkan pihak swasta maupun NGO,” ujar Melki.

Ia juga membandingkan penanganan rabies dengan penanganan pandemi Covid-19. Menurutnya, prinsip pengendalian serupa dapat diterapkan, termasuk pembatasan mobilitas dan vaksinasi.

“Ketika Covid-19, masyarakat dibatasi mobilitasnya dan diwajibkan vaksin. Dalam konteks rabies, hewan penular juga perlu dibatasi geraknya dan diberikan vaksin secara bertahap. Dengan cara itu, penyebaran rabies bisa ditekan,” tambahnya.

Melki juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terkait bahaya rabies.

Ia menilai peningkatan edukasi publik sebagai langkah penting untuk membangkitkan partisipasi warga.

“Masih banyak masyarakat kita yang menganggap enteng rabies. Padahal, gigitan hewan penular virus ini sangat berbahaya. Karena itu, kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan masyarakat harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Di akhir sambutan, Melki menyampaikan harapannya agar NTT dapat segera terbebas dari rabies demi mendukung potensi pariwisata daerah.

“Kita ingin agar NTT bebas rabies, supaya orang-orang tidak takut datang ke sini. Potensi pariwisata kita besar, dan kita ingin memastikan NTT nyaman dan aman untuk dikunjungi,” katanya. [VoN]

Anjing Rabies Emanuel Melkiades Laka Lena Gubernur NTT Melki Laka Lena
Previous ArticlePentingnya Pemetaan dan Proyeksi Kepala Sekolah yang Akurat
Next Article Literasi sebagai Fondasi Profesionalisme Guru

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.