Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Padma Indonesia Kritik Pembiaran Akademi Garam Nagekeo oleh Pemda
Pendidikan NTT

Padma Indonesia Kritik Pembiaran Akademi Garam Nagekeo oleh Pemda

By Redaksi25 Juni 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Akademi Teknologi Garam Nagekeo (AKTG) (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNTT.com – Lembaga advokasi Padma Indonesia melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Daerah Nagekeo yang dinilai abai dalam mengelola Akademi Teknologi Garam Nagekeo (AKTG).

Akademi vokasi yang semula diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang garam industri itu kini terbengkalai tanpa kejelasan operasional maupun status kelembagaan.

“Keberadaan AKTG sangat strategis untuk mendukung agenda pembangunan di Nagekeo, khususnya dalam memajukan industri garam dan memperkuat kapasitas SDM lokal. Namun faktanya, yang terjadi adalah pembiaran,” kata Direktur Advokasi Padma Indonesia, Greg Retas Daeng, dalam pernyataan tertulis, Rabu, 25 Juni 2025.

AKTG didirikan sebagai Program Studi di Luar Domisili (PDD) dari Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNU) dengan jenjang pendidikan Diploma 2.

Sejak awal, akademi ini digadang-gadang menjadi institusi pendidikan vokasi yang mencetak tenaga ahli lokal dalam pengelolaan dan produksi garam industri.

Bahkan sempat muncul wacana menjadikannya sebagai perguruan tinggi negeri mandiri pada 2014. Namun, hingga kini, wacana itu tidak kunjung terealisasi.

Padma Indonesia menilai, Pemerintah Daerah Nagekeo justru melepas tangan dari tanggung jawab pengelolaan AKTG.

Kampus yang dibangun menggunakan dana negara dan kini menjadi aset daerah itu tidak menunjukkan aktivitas akademik. Tidak ada penerimaan mahasiswa baru, dan status para dosen serta pegawai pun tidak jelas.

Veronika Aja, mantan dosen AKTG, mengungkapkan kekecewaannya. “Pemda Nagekeo terkesan cuci tangan. Tidak ada transparansi, tidak ada komunikasi, apalagi solusi. Kami, para tenaga pengajar, pegawai, bahkan mahasiswa aktif pun tidak jelas statusnya hingga hari ini,” kata Veronika.

Bangunan kampus AKTG yang dulunya menjadi harapan pengembangan pendidikan vokasi di Nagekeo kini hanya menyisakan fasilitas kosong yang terbengkalai.

Tidak ada integrasi dengan institusi pendidikan vokasi lainnya, dan belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali fungsi akademi tersebut.

Permintaan Padma

Padma Indonesia mendesak Pemerintah Daerah Nagekeo untuk segera: pertama, menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik terkait status kelembagaan AKTG.

Kedua, memastikan pemanfaatan aset kampus untuk pendidikan atau pembangunan daerah.

Ketiga, memberikan kepastian hukum dan administratif bagi pegawai, dosen, dan mahasiswa yang terdampak.

Keempat, mendorong kembali pengembangan pendidikan vokasi garam sebagai bagian dari program prioritas daerah.

“Negara sudah berinvestasi untuk Nagekeo. Jangan biarkan investasi itu sia-sia karena kelalaian dan ketidaktegasan pemerintah daerah,” tegas Greg. [VoN]

Akademi Garam Nagekeo Nagekeo PADMA Indonesia
Previous ArticleUmat Stasi Pau Berjuang Bangun Kapela Layak Ibadah di Tengah Keterbatasan
Next Article Mendesain Tugas dan Proyek Autentik dalam Deep Learning

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.