Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Umat Stasi Pau Berjuang Bangun Kapela Layak Ibadah di Tengah Keterbatasan
KOMUNITAS

Umat Stasi Pau Berjuang Bangun Kapela Layak Ibadah di Tengah Keterbatasan

By Redaksi25 Juni 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bagian luar Kapela Stasi Pau (Foto: Andra Geraldo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Suasana sejuk menyelimuti Stasi Pau, sebuah komunitas umat Katolik yang terletak di Desa Pau, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Di tengah panorama alam yang menawan, berdiri sebuah bangunan sederhana berdinding kayu dan berlantai semen kasar Kapela Stasi Pau, tempat umat setempat menambatkan harapan dan merayakan iman.

Stasi Pau merupakan bagian dari Paroki St. Nikolaus Pacar yang berdiri sejak 2022. Kehadirannya menjawab kebutuhan pastoral umat yang mendambakan pendampingan rohani di tengah kehidupan mereka yang sederhana.

Namun, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan nyata. “Bangunan kapela kami hanya berdindingkan kayu dan beralaskan semen kasar. Saat hujan, air sering masuk ke dalam, membuat kami kesulitan berdoa dengan nyaman,” ungkap Ketua Dewan Stasi Pau, Silvester Vian pada Jumat, 20 Juni 2025.

Tak hanya bangunan yang belum memadai, perlengkapan liturgi di kapela juga sangat terbatas. Kapela ini belum memiliki salib, piala misa, sibori, maupun perlengkapan ibadah lainnya yang memadai.

Kondisi ini, kata Vian, tidak terlepas dari situasi ekonomi umat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dengan penghasilan tak menentu.

“Itu menjadi tantangan besar bagi kami untuk membangun kapela yang layak,” ujarnya.

Bagian dalam Kapela Stasi Pau (Foto: Andra Geraldo)

Meski begitu, keterbatasan tak mengurangi semangat umat dalam menjalankan aktivitas rohani dan membangun kehidupan menggereja yang hidup.

Mereka tetap rutin berkumpul untuk berdoa, merayakan liturgi, dan menjaga semangat kebersamaan.

“Kami sangat berharap ada bantuan dari masyarakat luas. Kami ingin memiliki kapela yang layak, tempat kami bisa berdoa dengan khusyuk dan nyaman,” kata Vian penuh harap.

Dengan iman dan kebersamaan, umat Stasi Pau terus berjuang mewujudkan kapela yang lebih baik.

Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar harapan mereka tidak sekadar menjadi doa, tetapi dapat menjadi kenyataan.

Kontributor: Andra Geraldo
Siswa SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo

Mabar Manggarai Barat Stasi Pau
Previous ArticleMenggugah Pembelajaran yang Bermakna
Next Article Padma Indonesia Kritik Pembiaran Akademi Garam Nagekeo oleh Pemda

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.