Kupang, VoxNTT.com – Program Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) yang digagas oleh Pemerintah Kota Kupang mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
Sejak diluncurkan pada akhir Juni lalu, inisiatif ini terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bertempat di Taman Nostalgia, kegiatan yang digelar setiap akhir pekan ini mencatat total transaksi sebesar Rp252 juta hanya dalam dua minggu pelaksanaannya. Capaian ini menjadi indikator nyata bahwa program SABOAK berhasil memberdayakan UMKM secara efektif.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, mengungkapkan bahwa pada minggu pertama pelaksanaan, sebanyak 50 UMKM yang berpartisipasi berhasil meraih omzet hingga Rp100 juta.
Sementara pada minggu kedua, jumlah transaksi melonjak tajam menjadi Rp152 juta, seiring dengan meningkatnya partisipasi pelaku usaha.
“Antusiasme pelaku UMKM terus bertambah. Saat ini sudah lebih dari 200 UMKM yang mendaftar untuk ikut serta. Kami akan mengatur penjadwalan sebaik mungkin agar setiap peserta mendapat kesempatan yang adil,” ujar Serena saat ditemui pada Minggu, 6 Juli 2025.
Pemerintah Kota Kupang, lanjut Serena, berkomitmen untuk terus memperbaiki penyelenggaraan Sunday Market, termasuk dalam hal penataan parkir dan penyediaan fasilitas pendukung guna menciptakan kenyamanan bagi pengunjung.
Menariknya, program SABOAK tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga memberikan fasilitas bagi pelaku UMKM untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) secara langsung di lokasi acara.
Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang untuk mendorong legalisasi UMKM hingga ke tingkat RT dan kelurahan.
Meski belum menggunakan anggaran khusus dari APBD, Pemkot Kupang berencana mengusulkan agar kegiatan ini masuk dalam skema pembiayaan daerah. Dukungan dari berbagai pihak juga terus mengalir.
Awalnya hanya didukung oleh Bank Indonesia dan BRI, kini Bank Mandiri, BNI, dan lembaga perbankan lainnya turut bergabung untuk mendukung keberlanjutan program ini.
Ke depan, UMKM peserta juga akan mendapat pelatihan dari Dinas Pariwisata dan instansi teknis lainnya guna meningkatkan kualitas serta kemasan produk.
Serena mencontohkan konsep booth kreatif seperti di Denpasar, Bali, yang tak hanya menjual produk, tetapi juga menampilkan kisah di balik proses pembuatannya.
“Pendekatan ini mampu membangun ikatan emosional antara konsumen dan produk lokal. Ini yang ingin kami dorong agar UMKM di Kupang lebih dihargai dan berdaya saing,” jelasnya.
Dengan semangat kolaboratif dan pembinaan yang terus ditingkatkan, program SABOAK diharapkan menjadi lokomotif baru penggerak ekonomi rakyat, sekaligus ikon belanja akhir pekan yang menyenangkan di Kota Kupang.
Jika Anda ingin versi singkat atau versi berita untuk media sosial, saya juga bisa bantu menyusunnya.
Penulis: Ronis Natom

