Rote Ndao, VoxNTT.com – SD Negeri Papela yang berlokasi di pulau terpencil Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, keluar sebagai pemenang dalam kompetisi global AIA Healthiest Schools.
Sekolah ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersaing dalam kompetisi global.
Para siswa UPTD SD Negeri Papela berhasil menjadi juara lewat sebuah karya bertajuk ‘Ecolitera: The Trash Tells a Story’, sebuah projek yang berisi tentang menghadapi tantangan permasalahan sampah dan rendahnya literasi.
Melalui daur ulang sampah seperti botol plastik, ban bekas, dan limbah rumah tangga, para siswa menciptakan furnitur kelas, papan literasi, kebun sekolah, hingga pupuk untuk petani lokal.
“Proyek ini berhasil meningkatkan skor literasi membaca dan menulis hingga 70 persen sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa,” ujar Kathryn Parapak, Chief Marketing Officer AIA Indonesia dalam keterangan yang diterima VoxNtt.com, Rabu, 9 Juli 2025.
Ia menerangkan, prestasi UPTD SD Negeri Papela merupakan wujud komitmen insan pendidikan Indonesia terhadap kemajuan kualitas pendidikan serta gaya hidup sehat, yang terbukti bisa membawa dampak nyata dan berprestasi di tingkat internasional.
“Kami sangat bangga melihat sekolah dari Indonesia berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam AIA Healthiest Schools. Kemenangan ini bukan hanya bagi sekolah, tetapi juga menjadi suatu langkah dalam upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” tutupnya.
Stuart A. Spencer, Group Chief Marketing Officer AIA mengatakan, kompetisi AIA Healthiest Schools bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang memicu gerakan positif yang melampaui batas ruang kelas.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud nyata dari sebuah upaya membantu masyarakat agar dapat hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik.
Stuart menambahkan, dalam kompetisi AIA Healthiest Schools, sekolah-sekolah bersaing mengembangkan ide-ide inovatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, mulai dari peningkatan gizi seimbang, aktivitas fisik, kesehatan mental, hingga penerapan prinsip keberlanjutan.
Hal tersebut, ujarnya, bertujuan untuk membekali siswa berusia 5 hingga 16 tahun dengan berbagai sumber daya demi mendorong gaya hidup sehat.
“Selamat kepada Regional Winner kami, UPTD SD Negeri Papela dari Indonesia, serta semua pemenang kategori lainnya. Kesuksesan program ini adalah bukti nyata dari dedikasi luar biasa para guru, sekolah, orang tua, dan dukungan dari Kementerian Pendidikan di seluruh kawasan. Bersama-sama, kita sedang membentuk masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” tutupnya.
Untuk diketahui, sejak pertama kali diperkenalkan, kompetisi ini telah berkembang ke delapan negara di Asia Pasifik, membawa dampak positif bagi ribuan siswa dan tenaga pengajar, dan mencatat jumlah partisipasi terbanyak di tahun ini.
Para pemenang menerima penghargaan dalam acara seremonial regional yang berlangsung meriah di Da Nang, Vietnam, dengan total hadiah senilai US$100.000 untuk mendukung inisiatif keberlanjutan dan kesehatan yang terus berjalan di sekolah masing-masing.
Penulis: Herry Mandela

